Jenderal Kunci AS di Eropa Pilih Mundur di Tengah Perombakan Besar Pentagon
POROS PERLAWANAN — Gelombang pergantian pejabat tinggi Militer Amerika Serikat terus berlanjut. Komandan Angkatan Darat Amerika Serikat untuk Eropa dan Afrika, Jenderal Christopher Todd Donahue, dilaporkan akan mengakhiri masa tugasnya pada Juli mendatang di tengah restrukturisasi besar-besaran Pentagon yang berlangsung sejak Donald Trump kembali ke Gedung Putih.
Menurut laporan Press TV pada Rabu 24 Juni, Donahue memutuskan pensiun setelah memimpin Komando Angkatan Darat AS untuk Eropa dan Afrika sejak Desember 2024. Selama ini, ia dikenal sebagai salah satu perwira paling berpengaruh dan sempat disebut sebagai kandidat kuat untuk menduduki jabatan militer yang lebih tinggi di masa depan.
Namun berbagai laporan menyebut prospeknya di lingkungan Militer mulai terhambat akibat perbedaan pandangan dengan Menteri Perang AS, Pete Hegseth serta perubahan struktur organisasi yang tengah dilakukan Pentagon.
Pengunduran diri Donahue bertepatan dengan rencana penurunan status Komando Angkatan Darat AS untuk Eropa dan Afrika dari level jenderal bintang empat menjadi bintang tiga. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari evaluasi yang lebih luas terhadap kehadiran Militer Amerika di Eropa.
Pemerintahan Trump dalam beberapa bulan terakhir mendorong pengurangan penempatan pasukan di kawasan tersebut sekaligus meningkatkan tekanan kepada negara-negara anggota NATO agar memperbesar belanja pertahanan mereka sendiri.
Kepergian Donahue menambah panjang daftar pejabat Militer senior yang meninggalkan posisinya sejak awal masa jabatan kedua Trump. Sebelumnya, sejumlah nama penting seperti mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George, mantan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Charles Brown Jr., mantan Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Lisa Franchetti, mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal James Slife, mantan Direktur Defense Intelligence Agency Jenderal Jeffrey Kruse, serta mantan perwakilan Militer Amerika Serikat untuk Komite Militer NATO Laksamana Madya Shoshana Chatfield juga telah hengkang dari jabatan mereka.
Perombakan yang berlangsung cepat di jajaran Militer Amerika memunculkan kekhawatiran di kalangan anggota Kongres dan pengamat keamanan nasional. Mereka menilai perubahan besar pada struktur kepemimpinan Militer terjadi pada saat Amerika Serikat menghadapi berbagai tantangan internasional yang semakin kompleks.
Pada Februari lalu, Senator Thom Tillis secara terbuka memperingatkan bahwa upaya menurunkan status Komando Angkatan Darat AS untuk Eropa dan Afrika berpotensi mengurangi pengaruh Militer Amerika di Kawasan serta mengirimkan sinyal yang tidak diinginkan kepada sekutu-sekutu NATO.
Setelah Donahue pensiun, Mayor Jenderal Christopher Norrie diperkirakan akan mengambil alih komando untuk sementara waktu.
Sejumlah pengamat menilai tingginya pergantian pejabat Militer dalam waktu singkat dapat menimbulkan ketidakpastian di kalangan sekutu Amerika, terutama ketika hubungan Washington dengan sejumlah anggota NATO masih diwarnai perbedaan pandangan mengenai pembagian beban pertahanan dan arah strategi keamanan transatlantik.
Bagi para kritikus, restrukturisasi Pentagon yang berlangsung saat ini tidak hanya mencerminkan perubahan organisasi, tetapi juga menandai pergeseran pendekatan Pemerintahan Trump terhadap peran global Militer Amerika Serikat dan hubungan strategisnya dengan sekutu-sekutu tradisional di Eropa.
