Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Adopsi Sistem Multilaras, Rudal Antitank Pirooz Buatan Iran Mampu Sasar 4 Target Sekaligus dalam Sekali Bidik

Adopsi Sistem Multilaras, Rudal Antitank Pirooz Buatan Iran Mampu Sasar 4 Target Sekaligus dalam Sekali Bidik

POROS PERLAWANAN – Dilansir Young Jurnalist Club, kelengkapan sistem rudal adalah salah satu faktor penting di bidang pertempuran darat. Sistem-sistem ini meliputi berbagai jenis meriam, roket, rudal antibaja, dan rudal antitank, yang berperan dalam meruntuhkan kekuatan unit baja musuh.

Setelah pembuatan dan pengembangan perangkat baja seperti tank dan panser, selalu terjadi “pertempuran” antara perangkat lapis baja dan senjata antibaja. Hal ini menyebabkan setiap angkatan bersenjata, yang ingin meningkatkan kemampuan tempur dan pertahanannya di medan perang, menanamkan banyak investasi di bidang lapis baja dan antibaja sekaligus.

Tentu ada poin yang mesti diingat, bahwa perangkat lapis baja kerap selangkah lebih maju dalam proses pengembangan dibandingkan senjata antibaja. Namun, karena modal untuk merancang dan memproduksi senjata-senjata antibaja relatif lebih sedikit, banyak negara-negara dunia, termasuk Iran, yang mengembangkan senjata antibaja sesuai dengan ancaman-ancaman aktual.

Rudal Antibaja Dehlaviyeh

Dehlaviyeh adalah salah satu rudal antibaja yang dibuat Industri Pertahanan Iran. Rudal ini mampu menghancurkan kekuatan lapis baja musuh hingga batas maksimum. Rudal ini diperkenalkan pada 7 Juli 2012 di hadapan Menteri Pertahanan Iran saat itu, Ahmad Vahidi, dan diserahkan kepada Militer Iran. Rudal ini dibuat untuk mengenang Syahid Mostafa Chamran dan dinamakan dengan nama tempat syahadahnya, yaitu Dehlaviyeh.

Rudal antibaja ini memiliki berat kurang lebih 23 kg. Jangkauannya dalam medan tempur diperkirakan mencapai 100 hingga 1500 meter. Jangkauannya bisa ditingkatkan hingga 3500 meter jika menggunakan sistem night view. Dehlaviyeh bisa melakukan penetrasi ke dalam perangkat lapis baja hingga 1020 milimeter.

Peluncur Dehlaviyeh memiliki berat 26 kg dan bisa dibawa satu orang. Salah satu karakteristik yang meningkatkan akurasi Dehlaviyeh adalah pembidikan melalui teropong di dalam peluncur. Setelah ditembakkan, rudal ini hanya butuh waktu 22 detik untuk mengenai target. Sistem ini bisa meluncurkan 2 hingga 3 tembakan di tiap menit, yang merupakan kinerja bagus dibandingkan sistem-sistem serupa lainnya.

Rudal ini bisa menghancurkan perangkat lapis baja mana pun di dunia. Saat uji coba, Dehlaviyeh bisa menembus dan menghancurkan tank-tank tangguh seperti Abrams dan Merkava.

Setelah sukses digunakan dalam pertempuran darat, varian udara-ke-darat Dehlaviyeh pun dibuat dan diserahkan ke Angkatan Darat untuk dipasang di atas helikopter Cobra.

Rudal Antitank Pirooz

Sistem antibaja Dehlaviyeh selalu mendapat perhatian berkat kinerjanya di medan tempur. Namun ada satu masalah utama yang dimiliki sistem ini. Masalahnya adalah peluncurnya hanya memiliki satu laras, sehingga jika ada beberapa target secara bersamaan, Dehlaviyeh hanya bisa menyasar satu target saja.

Kelemahan ini mendorong Iran untuk mengubahnya menjadi peluncur multilaras, yang akhirnya berujung pada pembuatan rudal antitank Pirooz. Jika diperhatikan, sistem ini memiliki peluncur dengan 4 laras yang dipasang pada poros berputar di atas kendaraan.

Setelah ditembakkan, roket Pirooz bisa mengejar target hingga 5 km. Pirooz juga mampu menembakkan dua roket sekaligus dengan selisih waktu 0,4 detik. Daya jangkau Pirooz mencapai 5 km, baik di siang maupun malam hari.

Pirooz juga bisa digunakan untuk menembak target-target di udara seperti drone dan helikopter. Sistem roket ini bisa meluncur hingga ketinggian 2 km dan menghancurkan target di udara.

Perancang Pirooz menempatkan sebuah sistem naik-turun dalam kendaraan pemuatnya, sehingga Pirooz bisa disembunyikan dari pandangan musuh sewaktu-waktu.

Kekuatan pertahanan Republik Islam Iran terus meningkat dari hari ke hari, hingga membuat musuh-musuhnya berpikir seribu kali untuk menyerangnya. Andai kata terjadi agresi, bisa saja itu adalah agresi terakhir yang dilakukan pihak musuh.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *