Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Analis: Trump Diperintah Langsung oleh ‘Tuannya di Israel’ untuk Bunuh Jenderal Soleimani

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Presiden AS Donald Trump diperintahkan oleh “Tuannya di Israel” untuk memberi wewenang kepada militer Amerika membunuh Jenderal anti-teror Qassem Soleimani, kata analis politik Kevin Barrett.

Soleimani, Komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), dan Abu Mahdi al-Muhandis, Wakil Komandan Unit Mobilisasi Populer Irak (PMU), tewas dalam serangan udara AS di bandara internasional Baghdad pada 3 Januari lalu.

Beberapa hari kemudian, Iran menanggapi pembunuhan itu dengan menyerang pangkalan udara Ain al-Assad milik Amerika di provinsi Anbar di Irak barat dan satu lagi di Erbil, Ibu Kota wilayah semi-otonomi Kurdistan di Irak.

Berbicara kepada Press TV pada hari Kamis, Barrett mengatakan, “Partai Demokrat di Kongres [AS] menuntut agar pemerintahan Trump mengeluarkan bukti pembenaran, pembenaran palsu jika mereka bahkan memilikinya untuk pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani.”

“Trump berbohong dan mengklaim bahwa ada informasi Jenderal Soleimani berencana untuk membunuh orang Amerika, tetapi sebenarnya tidak ada bukti yang disajikan untuk ini,” katanya.

Tetapi “alasan sebenarnya untuk membunuh Jenderal Soleimani mungkin karena Trump diperintahkan untuk melakukan itu oleh ‘Tuannya di Israel’,” ia berpendapat.

Trump ditugaskan oleh Israel, katanya, menambahkan “ada banyak bukti bahwa pada musim panas 2016, Israel menghubungi tim kampanye Trump dan mengatakan ‘Anda akan kalah, kecuali kami masuk’.”

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa “Trump dan (Menlu Mike) Pompeo dan yang lainnya harus diadili karena pembunuhan ini.”

Selama berbulan-bulan, Senator Chris Murphy bersama beberapa lainnya telah bekerja untuk mencari tahu pembenaran hukum atas perintah pembunuhan Jenderal Soleimani oleh Trump.

“Orang-orang Amerika layak untuk mengetahui mengapa pemerintahan Trump memilih untuk membunuh Qassem Soleimani pada bulan Januari, karena peristiwa ini memiliki konsekuensi yang luas untuk keamanan AS. Dengan menyembunyikan alasan hukum untuk tindakan ini, tidak ada debat publik yang bermakna tentang kebijaksanaan penyerangan,” kata Murphy.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *