Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi Yaman

Ansharullah: Tindakan Saudi Ubah Ibadah Haji Sebatas Ritual Simbolis adalah Kejahatan atas Islam

Ansharullah: Tindakan Saudi Ubah Ibadah Haji Sebatas Ritual Simbolis adalah Kejahatan atas Islam

POROS PERLAWANAN – Pemimpin Ansharullah, Abdul Malik Badrudin al-Houthi, pada Kamis 30 Juli malam mengucapkan selamat Hari Raya Iduladha kepada bangsa dan pejuang Yaman. Dia menyatakan, Iduladha hari ini berlangsung di tengah situasi dan peristiwa sulit, yang paling mencolok adalah tindakan Saudi yang menghentikan ibadah haji bagi negara-negara Muslim dan mengubahnya menjadi ritual simbolis belaka.

Dilansir al-Alam, al-Houthi menyebut pembatasan jemaah haji dalam jumlah yang sangat sedikit sebagai pelanggaran nyata ayat Alquran, serta pengabaian terhadap adab dan prinsip haji yang merupakan salah satu kewajiban agama.

Menurutnya, pengaturan ritual haji tahun ini adalah kejahatan besar dan nyata atas rukun Islam, juga terhadap Baitullah dan perasaan Umat Islam.

Pemimpin Ansharullah menegaskan, ada banyak wabah dan bencana yang terjadi di masa lalu. Namun itu semua tak membuat ibadah haji ditiadakan.

Ia mengingatkan, tindakan berbahaya ini adalah pertanda ketidakpedulian Rezim Saudi terhadap agama Islam dan ajaran-ajarannya.

Peniadaan ibadah haji tahun ini, kata Al-Houthi, adalah dampak negatif dari hubungan baik Riyadh dengan musuh-musuh Islam, serta aliansinya dengan AS dan Israel.

Ia menyebut Lembaga Kesejahteraan dan Hiburan Saudi berperan besar dalam merusak norma dan etika. Al-Houthi menyatakan, Rezim Saudi mengizinkan lembaga ini memulai akitivitasnya tanpa terpengaruh oleh adanya pandemi Corona.

“Kami mengecam tindakan Saudi yang melarang ibadah haji, juga kejahatan-kejahatan lain Rezim Saudi terhadap kaum Muslim di negara-negara Islam. Kami meminta dari para Muslimin untuk menekan rezim ini dan mencegahnya mengambil keputusan yang merugikan Baitullah serta ritual haji dan umrah,” tandas al-Houthi.

Tak Berdoa untuk Palestina, Khatib Saudi Hanya Doakan Raja Saudi dan Putra Mahkota

Di saat orang-orang Zionis memasuki Masjid Aqsa secara paksa dan menodai kesuciannya pada hari Kamis kemarin, Khatib di Arafah, Abdullah bin Sulaiman al-Munai’ tidak menyinggung Palestina dan problem Umat Islam dalam doanya.

Situs Palestina, Shahab, memublikasikan video terkait dan menulis, ”Khatib Arafah mengabaikan Quds dan penodaan kesucian Masjid Aqsa hari ini. Dia justru berkali-kali mendoakan Raja Salman dan Putra Mahkota, serta menyebut bahwa doa untuk mereka berdua akan ‘mendekatkan diri kita kepada Allah.’”

Dalam laporannya, Shahab mengabarkan orang-orang Zionis membawa bendera Israel ke dalam Masjid Aqsa.

Dilansir oleh al-Jazeera, sebanyak 850 pemukim Zionis secara ilegal memasuki Masjid Aqsa pada Kamis kemarin.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *