Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia

Kirim Sinyal Peringatan ke Washington, Beijing Gelar Latihan Militer ‘Intensitas Tinggi’ di Laut China Selatan

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, China telah melakukan latihan Angkatan Udara dengan “intensitas tinggi” di atas Laut China Selatan, ketika ketegangan meningkat antara Beijing dan Washington di jalur air strategis tersebut.

Kementerian Pertahanan China mengumumkan pada hari Kamis bahwa pesawat pengebom jarak jauh China, H-6G dan H-6K, dan beberapa pesawat lainnya, turut mengambil bagian dalam latihan udara di atas Laut China Selatan, tanpa menyebut lokasi pasti latihan tersebut.

Pesawat jet pembom China melakukan “pelatihan intensitas tinggi, dan menyelesaikan latihan siang dan malam untuk lepas landas dan mendarat, serangan jarak jauh, dan serangan terhadap sasaran laut,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan China, Ren Guoqiang dalam sebuah konferensi pers virtual di Ibu Kota Beijing.

Ren menambahkan bahwa latihan itu adalah bagian dari pelatihan rutin negaranya dan telah “mencapai hasil yang diharapkan”.

Kementerian Pertahanan Tiongkok menekankan bahwa latihan itu telah dijadwalkan sebelumnya dan bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemampuan pilot untuk beroperasi dalam berbagai kondisi alam.

Laut China Selatan adalah pintu gerbang menuju rute laut utama, lalu lintas perdagangan barang senilai sekitar 3,4 triliun dolar melewati rute tersebut hampir setiap tahunnya.

Tiongkok mengklaim jalur air yang strategis itu adalah wilayah kedaulatannya dan sejak 2014 telah membangun pulau-pulau buatan di atas batu karang yang direklamasi dan membangun pangkalan militer di atasnya.

Vietnam, Taiwan, Filipina, Malaysia, Brunei, dan China secara tumpang tindih mengklaim beberapa bagian laut tersebut.

Amerika Serikat, yang berpihak pada saingan-saingan Beijing dalam sengketa maritim, secara rutin mengirimkan kapal perang dan pesawat tempur ke Laut China Selatan untuk menegaskan apa yang disebutnya sebagai “hak atas kebebasan navigasi”, meningkatkan ketegangan di antara negara-negara kawasan tersebut.

Awal bulan ini, Washington mengatakan bahwa klaim Beijing atas sebagian besar laut itu ilegal, dan meningkatkan dukungan bagi negara-negara Asia Tenggara dengan klaim sebagiannya.

Pada konferensi pers di Beijing pada hari Kamis, Ren mengecam Pemerintah AS dan mengatakan Washington harus berhenti menggerakkan masalah di Laut China Selatan karena China bertekad untuk menjaga kedaulatan dan keamanannya di jalur air strategis.

“China memiliki kedaulatan yang tak terbantahkan atas pulau-pulau dan terumbu di Laut China Selatan dan perairan yang berdekatan, yang didasarkan pada bukti historis dan yurisprudensi yang cukup,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok.

“Kami mendesak Amerika Serikat untuk berhenti membuat pernyataan yang salah, mengambil tindakan militer yang provokatif di Laut China Selatan dan menebarkan perselisihan di antara negara-negara di kawasan itu,” tegas Ren.

Tags: