Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Blinken Dihujat Netizen Usai Sanjung Mantan Menlu AS yang Sponsori Pembantaian Massal Anak-anak Irak

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, pujian dan sanjungan Menlu AS, Antony Blinken terhadap Menlu AS ke-64, Madeleine Albright mendorong netizen memublikasikan ulang statemen tak manusiawi mantan Menlu AS itu tentang kematian anak-anak Irak.

Blinken melalui Twitter menyampaikan pujian kepada Albright, yang menjabat sebagai Menlu AS di masa Bill Clinton. Blinken mengklaim, kedudukan Paman Sam di pentas internasional lebih dihormati berkat langkah-langkah yang diambil Albright saat menjabat sebagai pucuk diplomasi luar negeri AS.

“Sepanjang profesi diplomatiknya sebagai Wakil AS di PBB, kemudian sebagai wanita pertama AS yang menjadi Menlu, ketekunan dan efektivitas Albright telah membuat AS di dunia lebih kuat dan kian dihormati”, cuit Blinken.

Menlu AS ini lalu menyebut Albright sebagai teladan untuk “para wanita pemberani” dan “para diplomat AS”.

Albright menjabat sebagai Menlu AS di masa Clinton sejak tahun 1997 hingga 2001. Sebelum itu, ia bekerja sebagai Wakil AS di PBB.

Menurut laporan Russia Today, sanjungan Blinken ini memicu kontroversi di dunia maya. Para aktivis Twitter menanggapi cuitan Blinken dengan me-repost klip dukungan Albright terhadap kematian anak-anak Irak.

Pada bulan Mei 1996, saat Albright menjabat sebagai Utusan AS di PBB, ia mendukung kematian anak-anak Irak akibat sanksi-sanksi AS dalam wawancaranya di acara “60Minutes” stasiun televisi CBS.

Presenter 60 Minutes, Lesley Stahl bertanya kepada Albright, ”Kami mendengar bahwa setengah juta anak-anak (Irak) telah kehilangan nyawa. Jumlah ini lebih banyak dari korban anak yang tewas di Hiroshima (akibat bom nuklir AS). Apakah harga ini layak diberikan?”

Albright menjawab, ”Menurut saya, ini adalah pilihan yang sangat sulit. Namun kami pikir itu adalah harga yang layak untuk dibayarkan.”

Jurnalis independen Australia, Caitlin Johnstone menanggapi tweet Blinken dengan mencuit, ”Kau sendiri, Albrigth, dan Pompeo adalah bukti bahwa AS hanya memilih para psikopat untuk memimpin Kemenlu”.

Johnstone juga menyebut Kemenlu AS sebagai “Kementerian Perang lain di AS”.

Aktivis lain yang mengaku sebagai penentang fasisme dan aktivis gerakan Black Lives Matter mencuit kepada Blinken, ”Jadi Anda membanggakan seorang wanita yang telah membenarkan pembantaian massal!”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *