Loading

Ketik untuk mencari

Profil

Brigade Ridhwan: Unit Militer Organisasi Hizbullah Lebanon yang Paling Ditakuti Israel dan ISIS

Ridhwan Brigade Hizbullah

POROS PERLAWANAN – Dalam beberapa tahun terakhir, para personel berseragam hitam, dari kepala hingga kaki, terlihat di sejumlah acara yang diadakan oleh Hizbullah Lebanon.

Seluruh personel yang menyebar secara khusus di Dhahiyah Janubiyah, Beirut, itu merupakan bagian dari unit pasukan khusus Hizbullah.

Unit khusus itu dikenal sebagai “Brigade Ridhwan.” Anggotanya memiliki kemahiran mumpuni dalam menembak. Sejumlah analis berpendapat, unit khusus itu diterjunkan Hizbullah di medan tempur hanya dalam situasi-situasi tertentu.

Melihat rekam jejak Hizbullah yang selalu merahasiakan aktivitas militer dan keamanannya, tak ada banyak informasi yang bisa diperoleh terkait Brigade Ridhwan. Yang ada hanyalah sekadar beragam spekulasi yang digulirkan media. Namun menurut sejumlah info, brigade ini adalah pasukan reaksi cepat Hizbullah yang sangat terlatih. Skill mereka berada di level tinggi, karena sudah terlatih sejak lama di berbagai situasi sulit yang terjadi di Lebanon dan kawasan.

Menurut beberapa sumber yang dekat dengan Hizbullah, Brigade Ridhwan memiliki nomor militer yang menentukan identitasnya dalam hierarki Hizbullah. Personelnya diambil dari pasukan khusus Hizbullah. Brigade ini termasuk satuan paling handal dan dibentuk untuk menjalani pertempuran di berbagai medan tempur khusus. Brigade Ridhwan memikul misi-misi yang tak bisa dijalankan satuan-satuan lain.

Brigade ini dibentuk pasca gugurnya Imad Mughniyah (yang dikenal dengan nama samaran Hajj Ridhwan). Mughniyah adalah orang yang bertanggung jawab untuk melancarkan berbagai operasi ofensif Hizbullah.

Brigade Ridhwan merupakan buah dari ide-ide Mughniyah untuk menghadapi musuh Zionis, dan dibentuk sesuai metode-metode perang termutakhir yang disusun oleh Perlawanan Islam di Lebanon.

Sejumlah media mengklaim, pimpinan unit khusus ini adalah Abu Ali Thabathabai.

Brigade Ridhwan

Rezim Zionis sangat bernafsu membunuh Abu Ali. Pada musim dingin tahun 2014 lalu, Israel melancarkan upaya teror yang menargetkan Abu Ali. Serangan udara Zionis menyasar dua mobil milik Hizbullah di kawasan Quneitra, Suriah. Upaya teror itu sendiri menemui kegagalan.

Mereka yang akan bergabung dalam Brigade Ridhwan mesti melalui tahap-tahap yang sangat berat. Jadi wajar bila unit ini merupakan satuan yang paling tangguh di Hizbullah.

Proses seleksi calon anggota dengan melihat kualifikasi moral adalah tahap paling sederhana dalam perekrutan personel baru. Usai calon anggota lulus dari tahap ini, ia mulai menjalani pelatihan militer dan fisik untuk diketahui sejauh mana resistensi atau daya tahan dan daya juangnya dalam aneka situasi sulit. Tahap yang cukup panjang ini meliputi pembelajaran teoritis dan praktis. Keberhasilan melewati tahap ini termasuk syarat paling “mudah” untuk menjadi anggota Brigade Ridhwan.

Setelah melalui semua tahap seleksi, serdadu itu akan bergabung dengan unit khusus Hizbullah serta mengikuti pelatihan militer dan teoritis untuk diterjunkan di berbagai operasi. Dengan demikian, ia akan menjadi personel yang memiliki iman dan tekad kuat sehingga mampu melaksanakan operasi-operasi rumit dan berat.

Kedisiplinan adalah salah satu karakteristik brigade ini. Para personelnya tahu benar siapa musuh sejati mereka dan kepada siapa mereka membidikkan senjata.

Mereka juga mesti menjalani kelas-kelas spesialiasi dan ilmu militer, baik teoritis maupun praktis, di dalam dan luar Lebanon. Mereka mempelajari metode-metode tempur unik dengan berbagai ragamnya.

Sumber-sumber tepercaya menyatakan, teknik-teknik tempur itu benar-benar baru dan bukan diambil dari teknik-teknik konvensional. Teknik-teknik itu sesuai dengan prinsip dasar dan aspek ideologis Hizbullah.

Mereka belajar menggunakan berbagai jenis senjata, termasuk senjata-senjata buatan Barat yang tidak dimiliki Hizbullah.

Situs Israel, Walla, yang dekat dengan badan-badan keamanan Rezim Zionis, pernah membahas kekuatan Hizbullah dan skill Brigade Ridhwan. Menurut Walla, brigade ini mampu menyusupkan personelnya dalam jumlah besar ke dalam wilayah Israel, melancarkan operasi ofensif, dan kembali ke Lebanon dengan selamat.

Majalah terbitan Inggris, The Economist, juga pernah menyinggung kemampuan dan keahlian para personel Brigade Ridhwan sebagai unit pasukan khusus Hizbullah. Majalah ini menulis:”Mereka sanggup bertempur di kawasan pegunungan dan perbukitan dan dalam jarak yang luas. Kecepatan gerak mereka juga sulit dicari padanannya. Mereka sangat profesional dan memiliki kemampuan resistansi (ketahanan) tinggi dalam berbagai kondisi berat saat menjalankan misi.”

Tags:

1 Komentar

  1. Hartono April 4, 2020

    Bezbollah pancen OYe

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *