Mantan Sekutu Trump: Dia ‘Serang’ Israel Lantaran Popularitasnya Terancam
POROS PERLAWANAN – Di saat beberapa media Barat mengeklaim adanya “keretakan hubungan” antara Amerika Serikat dan Israel, mantan sekutu Presiden Amerika Serikat, Marjorie Taylor Greene, menilai sikap terbaru Donald Trump terhadap Israel adalah reaksi atas hasil jajak pendapatnya yang lemah.
Dilansir Fars, mantan anggota Kongres AS itu mengunggah sebuah pesan di jejaring sosial X (sebelumnya Twitter). Greene menyatakan, sikap dan tindakan terbaru Trump disebabkan oleh fakta bahwa ia tidak bisa lagi mengabaikan hasil “jajak pendapat yang sangat lemah” miliknya.
“Perubahan mendadak Trump ke arah sikap keras terhadap Israel, mengakhiri perang yang ia mulai sendiri terhadap Iran, mengancam perusahaan-perusahaan minyak besar untuk menurunkan harga bensin yang justru ia sendiri adalah penyebab kenaikannya secara drastis, serta pernyataan-pernyataannya yang keras dan populis, semuanya adalah hasil dari jajak pendapat yang sangat lemah yang tidak bisa lagi ia abaikan,” cuit Greene.
“Selain itu, jika ia tetap setia pada janji kampanye ‘America First’ (Utamakan Amerika), hasil jajak pendapat tidak akan pernah seburuk ini sejak awal.”
Jajak pendapat menunjukkan penurunan popularitas Trump yang cukup signifikan dibandingkan dengan awal masa jabatannya, sebuah masalah yang berulang kali dibantah oleh Presiden Amerika tersebut.
Selain itu, beberapa jajak pendapat telah menunjukkan keengganan warga Amerika untuk terlibat dalam perang dengan Iran. Masyarakat negara ini menuntut diakhirinya konflik dengan Iran sesegera mungkin.
Sebagai contoh, jajak pendapat terbaru dari CBS News/YouGov menunjukkan bahwa 78% responden menginginkan agar konflik segera diakhiri. Mayoritas warga Amerika percaya bahwa perang melawan Iran tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
