Loading

Ketik untuk mencari

Iran Oseania & Asia

China Kecam Washington yang Terus Cari Dalih Perpanjang Embargo Senjata Iran

China Kecam Washington yang Terus Cari Dalih Perpanjang Embargo Senjata Iran

POROS PERLAWANAN – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, kembali mengecam upaya AS yang dipimpin Menlunya, Mike Pompeo, untuk memperpanjang embargo persenjataan Iran.

“Pompeo hanya mengarang-karang alasan untuk meloloskan resolusi perpanjangan embargo senjata atas Iran,” kata Chunying dalam konferensi pers, Jumat 17 Juli, seperti dilansir Fars.

Sembari mengingatkan keluarnya AS secara sepihak dari kesepakatan nuklir (JCPOA) tahun 2018 lalu, ia berkata, ”Dengan tindakan ini, AS telah melanggar Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB. Sekarang ada lebih banyak bukti bahwa AS tidak mengindahkan komitmennya di JCPOA.”

“Saya berharap AS kembali ke JCPOA dan menjaga kehormatan Dewan Keamanan PBB,” lanjutnya.

Berdasarkan isi JCPOA, embargo persenjataan Iran akan berakhir pada 17 Oktober mendatang. Namun Pemerintah AS pimpinan Donald Trump telah memulai upaya untuk membatalkan batas kedaluwarsanya embargo ini.

AS telah membagikan draf resolusi di antara anggota Dewan Kemanan yang berisi tuntutan agar embargo diperpanjang.

Pengesahan sebuah resolusi di Dewan Keamanan membutuhkan sedikitnya persetujuan 9 negara, tanpa ada veto dari salah satu dari 5 anggota tetap Dewan Keamanan, yaitu AS, Rusia, China, Prancis, dan Inggris.

Draf usulan dari AS menuntut larangan penjualan, penawaran, distribusi senjata, atau item-item terkait oleh Iran. Draf ini juga melarang negara-negara lain untuk menjual, menawarkan, atau mendistribusikan senjata dan item terkait kepada Iran, kecuali setelah disetujui sebuah komite di Dewan Keamanan.

Dalam draf itu juga disebutkan, jika negara-negara memiliki bukti kuat bahwa terdapat item-item terlarang dari Iran dalam muatan di wilayah mereka, maka mereka harus memeriksanya. Draf ini juga meminta negara-negara untuk menginspeksi kapal-kapal di perairan bebas dengan dalih serupa.

Beberapa waktu lalu, para diplomat Barat mengatakan kepada Foreign Policy, bahwa draf AS tidak berpeluang untuk disahkan.

AS sendiri mengklaim, jika upaya ini gagal, Washington akan menggunakan salah satu butir dalam JCPOA untuk mengembalikan sanksi internasional atas Teheran.

Tags: