Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia

China Kutuk ‘Campur Tangan Kotor’ Australia, Inggris, dan Kanada dalam Urusan Hong Kong

POROS PERLAWANAN – Kedutaan Besar China untuk Kanada pada hari Sabtu menyatakan “oposisi kuat” terhadap Inggris, Australia dan Kanada atas “campur tangan kotor” mereka dalam urusan dalam negeri China, setelah ketiga negara tersebut mengeluarkan pernyataan bersama tentang keputusan Tiongkok untuk meningkatkan sistem hukum mengenai keamanan nasional di Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), CGTN melaporkan.

Sebuah rancangan keputusan tentang penetapan dan peningkatan sistem hukum dan mekanisme penegakan hukum untuk wilayah Hong Kong dengan tujuan menjaga keamanan nasional diajukan dalam Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-13 untuk dibahas pada hari Jumat.

Menanggapi hal itu, Inggris, Australia, dan Kanada mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan keprihatinan mereka tentang proposal China untuk Undang-Undang tentang keamanan nasional di Hong Kong.

Pernyataan bersama tersebut menekankan “otonomi tingkat tinggi” bagi Hong Kong seperti yang disetujui oleh China dan Inggris ketika Tiongkok mengambil kembali bekas jajahan Inggris pada tahun 1997.

Kedutaan China untuk Kanada menolak pernyataan tersebut dan mengatakan bahwa China memiliki hak penuh untuk memperkuat Undang-Undang nasionalnya, dan untuk mencegah campur tangan asing dalam urusan Hong Kong.

“Keamanan nasional adalah fondasi yang menopang stabilitas negara,” kata Juru Bicara Kedutaan.

“Keputusan NPC adalah langkah penting untuk menegakkan kedaulatan nasional, persatuan dan integritas teritorial dan mengonsolidasikan fondasi prinsip ‘Satu Negara, Dua Sistem’,” tambahnya.

Lebih lanjut Juru Bicara tersebut menjelaskan bahwa langkah legislatif itu telah sesuai dengan Konstitusi dan Hukum Dasar Hong Kong, menggarisbawahi bahwa NPC menggunakan haknya untuik menjaga keamanan nasional China.

“HKSAR (Hong Kong) adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Republik Rakyat Tiongkok di mana NPC adalah organ kekuasaan negara tertinggi. Ini urusan dalam negeri China yang tidak mengizinkan campur tangan asing,” tegas sang Juru Bicara.

Tags: