Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Damaskus Diminta Waspadai Perangkap dan Plot Jahat ‘Sanksi Ekonomi Berujung Invasi’ Suriah di Balik ‘Janji Manis Opsi Alternatif’ AS

Damaskus Diminta Waspadai Perangkap dan Plot Jahat 'Sanksi Ekonomi Berujung Invasi' Suriah di Balik 'Janji Manis Opsi Alternatif' AS

POROS PERLAWANAN – Seiring perkembangan terbaru Suriah, terutama persiapan Washington untuk memberlakukan sanksi ekonomi atas Damaskus, Redaktur Rai al-Youm memperingatkan agar Suriah tidak tertipu janji-janji AS.

Utusan Khusus AS, James Jeffrey, baru-baru ini menyatakan, naik turunnya harga saham di Suriah adalah hasil dari sanksi Washington atas Damaskus.

Dilansir Fars, Abdel Bari Atwan menyebut statemen ini “memalukan dan congkak.” Dia menilai, ucapan Jeffrey ini sama seperti pernyataan perang terhadap Suriah dan langkah untuk menciptakan kekacauan di negara tersebut, bahkan di Timteng.

Menurut Atwan, Washington menjatuhkan sanksi ekonomi atas Damaskus, menyusul kegagalan koalisi AS-Israel untuk menggulingkan Pemerintah Suriah, walau sudah disokong milyaran dolar oleh sekutu Arab mereka.

Sebab itu, tulis Atwan, AS berusaha menjalankan Proyek Irak di Suriah. Dengan kata lain, AS membuat warga Suriah kelaparan akibat blokade ekonomi, sehingga mereka tunduk di bawah tekanan. Kemudian rakyat Suriah akan digiring untuk menerima sejumlah opsi alternatif. Setelah itu, AS akan melancarkan serangan militer dan menduduki Suriah.

Atwan menilai, baik Trump atau Jeffrey, sama-sama berbohong saat mengaku AS menghendaki berjalannya proses politik di Suriah; proses yang diklaim Jeffrey tidak akan mengubah struktur Pemerintah Suriah, dan hanya menginginkan agar negara ini mengubah perilakunya.

Dalam statemen terbarunya, Jeffrey menyatakan bahwa Washington bersedia akur dengan Pemerintah Suriah, asal Damaskus menghentikan hubungan dengan Iran, Hizbullah, dan pejuang Palestina.

Atwan meminta agar Otoritas Suriah waspada dan tidak jatuh dalam perangkap yang dibuat AS untuk pemimpin Irak, Libya, dan PLO. Sebab janji-janji AS akan berujung pada serangan militer, seperti yang terjadi pada Saddam Hussein, Yaser Arafat, dan Muammar Qadhafi.

Redaktur Rai al-Youm juga menyarankan agar Poros Perlawanan “tidak menahan diri” dalam menghadapi serangan udara musuh. Atwan menyatakan, jika Poros Perlawanan menahan diri, AS, Israel, dan antek mereka akan semakin kurang ajar serta melanjutkan penindasan mereka.

Tags: