Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Perawatan Rutin Pesawatnya Ditolak Airbus dan Boeing Akibat Tekanan AS, Iran Justru Sukses Perbaiki dan Ciptakan Suku Cadang Sendiri

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Kepala Penerbangan Sipil Iran mengatakan bahwa produsen pesawat terkemuka dunia, Airbus dan Boeing, masih terus menolak untuk melakukan perbaikan pada bagian-bagian pesawat milik maskapai penerbangan Iran.

Ali Abezadeh, yang memimpin Organisasi Penerbangan Sipil Iran, mengatakan pada hari Selasa bahwa Iran telah berhasil mencapai teknologi yang diperlukan untuk memperbaiki bagian-bagian sensitif dari mesin pesawat yang dibuat oleh Boeing dan Airbus karena kedua perusahaan terus menolak permintaan Iran untuk melakukan perbaikan.

“… staf ahli domestik telah mencapai keberhasilan yang baik di bidang perbaikan mesin dan (mereka) telah berhasil memperbaiki bagian-bagian mesin yang panas dan rumit menggunakan teknologi yang tepat,” kata Abedzadeh.

Abedzadeh mengatakan bahwa penolakan yang dilakukan oleh Airbus dan Boeingi tidak lain akibat “tekanan besar” yang terus diberikan oleh Amerika Serikat pada kedua perusahaan tersebut untuk menghindari penyerahan informasi teknis dan operasional yang diperlukan untuk memperbaiki dan merombak pesawat terbang ke Iran.

Menurutnya, tekanan tersebut justru menjadi bumerang karena sekarang, pemasok Iran justru mampu merancang dan membuat sendiri bagian-bagian penting dari pesawat terbang.

“Kami telah menjadi pemain di bidang teknis dan membuat suku cadang di sektor penerbangan,” kata Abedzadeh.

Tekanan-tekanan terhadap penerbangan Iran meningkat selama masa pandemi virus Corona, ketika beberapa negara Eropa untuk sementara waktu menolak mengakomodasi penerbangan oleh maskapai-maskapai Iran yang dimaksudkan untuk mengevakuasi warga negaranya dari Eropa.

Abedzadeh mengatakan bahwa Iran akan segera mencabut larangan penerbangan internasionalnya yang diberlakukan akibat pandemi, dia juga menyebut bahwa maskapai asing akan segera memulai penerbangan ke Iran dalam waktu dekat.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *