Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Ditentang Banyak Pihak Termasuk Sekutunya, AS Kembali Gagal Aktifkan Sanksi Penuh atas Iran

Ditentang Banyak Pihak Termasuk Sekutunya, AS Kembali Gagal Aktifkan Sanksi Penuh atas Iran

POROS PERLAWANAN – Berbagai reaksi muncul setelah AS mengajukan surat kepada Ketua Dewan Keamanan PBB, untuk memberitahukan niatnya memulihkan semua sanksi atas Iran.

Menlu AS, Mike Pompeo dalam jumpa pers di New York mengatakan, ”Kami akan melakukan segala hal yang diperlukan untuk mengembalikan sanksi-sanksi atas Iran. AS tidak akan membiarkan Iran menjual dan membeli senjata secara leluasa.”

Dilansir Fars, beberapa saat setelah pengajuan resmi pengaktifan “Mekanisme Pelatuk”, Rusia menuntut diadakannya sidang Dewan Keamanan terkait Iran pada hari Jumat 21 Agustus ini.

Wakil Rusia di PBB, Vassily Nebenzia menyatakan mekanisme pemulihan sanksi hanya bisa diaktifkan oleh anggota JCPOA. Dengan demikian, AS tidak berhak melakukannya.

Tiga negara Eropa, yang merupakan anggota JCPOA, juga segera merilis statemen yang menentang tindakan AS. Dalam statemen itu disebutkan:

“Prancis, Jerman, dan Britania Raya mengingatkan, bahwa AS telah mengakhiri partisipasinya di JCPOA saat keluar dari kesepakatan ini pada 8 Mei 2018.

“Sikap kami terkait efektivitas surat pemberitahuan AS tentang Resolusi 2231 telah diungkapkan kepada Ketua Dewan Keamanan dan para anggota lain. Sebab itu, kami tidak mendukung tindakan (AS) ini, yang bertentangan dengan upaya kami untuk mempertahankan JCPOA.”

PM Israel Benyamin Netanyahu mengapresiasi tindakan AS dan menyebutnya sebagai tindakan yang tepat.

“Sama seperti sejumlah Pemerintah di Timur Tengah yang dahulu diam-diam menentang JCPOA dan sekarang mendukung pemulihan sanksi, Israel juga tegas mendukung AS,” ujarnya.

Wakil China di PBB, Zhang Jun mengatakan, ”Tuntutan AS ilegal dan irasional. Ini hanya sebuah sandiwara politik yang digelar AS. Tindakan ini tidak mendapat dukungan anggota Dewan Keamanan, juga tak bakal diterima komunitas internasional.”

Tags: