Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Donald Trump, Seorang Narsis yang Hanya Sibuk Promosikan Dirinya Sendiri

Oleh: Charles Dunaway*

POROS PERLAWANAN – Satu hal yang harus kita sadari ketika melihat setiap pernyataan, tweet, dan tindakan Presiden Trump adalah bahwa dia tidak berusaha melakukan apa yang menjadi kepentingan terbaik rakyat Amerika.

Dia seorang narsis yang sepenuhnya sibuk mempromosikan dirinya sendiri dan menangkis kritik apa pun tentang kepresidenannya. Serangan Trump terhadap China dirancang untuk membelokkan perhatian orang Amerika dari kelemahannya sendiri dan untuk mencari suara agar menang pada pemilihan presiden yang akan digelar November mendatang.

China adalah negara paling kuat yang tidak mematuhi Amerika Serikat. Dan Joe Biden, calon lawan terkuat Trump pada Pilpres bulan November, telah sangat dekat dengan kebijakan globalisasi neoliberal yang telah melakukan begitu banyak hal untuk membantu kebangkitan China.

Mengalihkan kemarahan publik yang diarahkan padanya terhadap pihak luar adalah taktik politik yang sudah lama ada di Amerika Serikat. Trump menggunakannya pada tahun 2016 dengan menyalahkan imigran dan China atas penurunan standar hidup pekerja Amerika.

Penurunan itu terutama merupakan hasil dari globalisasi neoliberal yang dikejar dengan sungguh-sungguh oleh partai-partai Demokrat dan Republik. Karena mereka berdua bersalah, tidak ada yang bisa mengakui kebenaran, sehingga mereka masing-masing berusaha untuk membelokkan kesalahan dan mengabaikan bahkan menginjak-injak nilai-nilai ilmu pengetahuan dan sains.

Anthony Scaramucci, mantan penasihat Trump, mengatakan bahwa cara untuk mempertahankan pekerjaan Anda adalah dengan tidak setia kepada orang lain, yang berarti Anda harus melakukan beberapa hal walaupun tidak sesuai fakta; Anda harus menyanjung Trump di depan umum dan menyanjungnya secara pribadi dan di atas semua itu, Anda tidak boleh membuatnya merasa bodoh.

Para ilmuwan yang gagal melakukan hal-hal tersebut akan dipecat atau diturunkan pangkatnya. Kerusakan yang dibuat oleh pemerintahan sekarang kepada Amerika Serikat dan kerusakan pada peran AS di dunia tidak dapat diatasi dengan hanya mengganti Trump di Gedung Putih.

*Charles Dunaway, adalah pengamat politik Amerika yang berbasis di Oregon. Dia menulis artikel ini untuk Press TV.

Tags:

Fatal error: Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 20480 bytes) in /www/wwwroot/porosperlawanan.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2135