Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia

Filipina Tak Ambil Peduli Sanksi Sepihak Washington Atas Beijing dalam Sengketa Laut China Selatan

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Filipina menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mematuhi sanksi Amerika Serikat terhadap China atas sengketa regional di Laut China Selatan, meskipun Manila sendiri terlibat dalam salah satu sengketa tersebut dengan Beijing.

Juru Bicara Kepresidenan Filipina, Harry Roque mengumumkan dalam jumpa pers hari Selasa bahwa Presiden Rodrigo Duterte tidak akan mematuhi sanksi sepihak AS terhadap perusahaan China yang terlibat dalam pembangunan pulau buatan di Laut China Selatan.

Roque mengatakan bahwa Manila akan membuat keputusannya sendiri dan tidak akan mengikuti keputusan negara asing.

“Kami bukan negara pengikut dari kekuatan asing dan kami akan mengejar kepentingan nasional kami,” kata Juru Bicara Kepresidenan Filipina. “Kepentingan nasional kami adalah memastikan proyek unggulan selesai.”

Roque mengatakan bahwa perusahaan China akan terus mengerjakan proyek infrastruktur di Filipina. Pemerintah Filipina sedang mencoba membuat kemajuan dalam perbaikan infrastruktur negara senilai 180 miliar dolar.

Pernyataan itu muncul meskipun ada pernyataan yang dibuat minggu lalu oleh Menteri Luar Negeri Filipina bahwa dia akan merekomendasikan agar Pemerintah membatalkan kesepakatan dengan perusahaan China.

AS, sekutu perjanjian pertahanan Filipina, Rabu lalu mengumumkan sanksi terhadap 24 perusahaan dan individu China atas apa yang diklaim oleh Washington terlibat dalam membangun fasilitas militer di terumbu karang di perairan yang disengketakan di Laut China Selatan.

Tags: