Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Gentar Kekuatan Rudal Terbaru Teheran, AS Mustahil Berani Ganggu Kapal Iran Pengirim Bahan Bakar ke Venezuela

POROS PERLAWANAN – Iran mengirim berton-ton bahan bakar ke Venezuela yang bertentangan dengan sanksi AS terhadap kedua negara, dalam langkah simbolis yang dijamin keamanannya oleh kecakapan rudal Teheran, Press TV melaporkan.

Sebuah laporan yang belum terkonfirmasi menunjukkan bahwa terdapat setidaknya lima tanker pengangkut bahan bakar berbendera Iran, berlayar menuju Venezuela melalui Samudra Atlantik, meskipun ada sanksi AS terhadap Teheran dan Caracas.

Laporan tersebut menyatakan bahwa Iran mungkin sengaja mengibarkan benderanya di depan mata Angkatan Laut AS. Iran tetap melakukan pengiriman bahan bakar skala besar ke Venezuela meskipun tahu bahwa AS akan mencoba untuk mencegat pengiriman dan menangkap kapal-kapal tanker tersebut.

Sebuah laporan lain yang juga belum dikonfirmasi menyatakan bahwa Angkatan Laut AS telah mengerahkan USS Detroit (LCS-7), USS Lassen (DDG-82), USS Preble (DDG-88), dan USS Farragut (DDG-99) ke Karibia bersama dengan patroli Pesawat Boeing P8-Poseidon untuk kemungkinan pertemuan dengan kapal-kapal Iran.

Namun, analis mengatakan sangat tidak mungkin bahwa AS membuat kesalahan seperti itu, karena akan memiliki dampak serius bagi pemerintahan Trump menjelang pemilihan November.

AS tidak akan berani menganggu kapal-kapal Iran, terutama setelah reaksi Iran terhadap langkah serupa oleh Inggris, sekutu dekat Washington.

Iran juga berada di atas angin berkat kekuatan misilnya, yang dipamerkan kepada AS dalam serangan rudal balas dendam IRGC terhadap pangkalan udara Ain al-Assad di Irak, yang menampung pasukan Amerika.

Baru-baru ini, AS juga diingatkan akan kecakapan rudal Republik Islam menyusul keberhasilan peluncuran satelit militer Nour-1, yang mencapai orbit menggunakan pembawa satelit Qasid. Beberapa analis Barat mengklaim pencapaian satelit ini merupakan awal dari program Iran untuk mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM).

Percaya diri dengan kemampuan misilnya, Iran sedang melanjutkan pengiriman bahan bakar ke sekutunya di Amerika Latin, mengejek sanksi AS terhadap sektor minyak kedua negara.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Iran Ali Rabiei, mengatakan bahwa Venezuela dan Iran adalah dua negara independen yang telah dan akan terus memiliki hubungan perdagangan satu sama lain.

“Kami menjual barang dan membeli barang sebagai imbalan. Perdagangan ini tidak ada hubungannya dengan orang (negara) lain. Kami harus menjual minyak kami dan kami memiliki cara untuk melakukannya,” tegas Rabiei.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *