Hamas: Penghancuran Permukiman Palestina oleh Israel Termasuk ‘Kejahatan Perang’ yang Dapat Disanksi Hukum Internasional - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hamas: Penghancuran Permukiman Palestina oleh Israel Termasuk ‘Kejahatan Perang’ yang Dapat Disanksi Hukum Internasional

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Gerakan Poros Perlawanan Palestina Hamas mengatakan bahwa apa yang dilakukan Israel dalam menghancurkan rumah-rumah Palestina dan menggusur wanita dan anak-anak adalah “kejahatan perang” yang dapat dihukum berdasarkan hukum internasional.

Dalam siaran pers pada Senin, Hamas mengecam kampanye terus-menerus Israel untuk menghancurkan rumah-rumah Palestina di Yerusalem Timur (al-Quds) yang diduduki dan menggusur penghuninya, termasuk wanita dan anak-anak sebagai “kejahatan perang”.

Kejahatan semacam itu, kata Hamas, dapat “dihukum berdasarkan hukum internasional, yang menetapkan ketentuan perlindungan dan bantuan bagi populasi yang dijajah”, lapor Pusat Informasi Palestina.

“Kebijakan rezim Israel untuk mengosongkan Yerusalem [al-Quds] dari rakyatnya dan memaksakan Yudaisasi di kota itu akan gagal, dan Yerusalem [al-Quds] akan tetap menjadi Ibu Kota Palestina, dengan identitas Arab dan Islamnya,” tegas Hamas.

Hamas juga mengecam pembongkaran Israel atas rumah dua lantai milik Kepala Penjaga Masjid al-Aqsa, Fadi Elyan. Rumah itu terletak di lingkungan Silwan di Yerusalem Timur (al-Quds), yang pembongkarannya membuat 17 orang keluarga Elyan mengungsi, termasuk 12 anak-anak.

Hamas mengatakan bahwa tindakan itu ditujukan untuk menghukum Elyan karena perannya dalam mempertahankan dan menjaga masjid.

Otoritas Israel biasanya menghancurkan rumah-rumah Palestina di Tepi Barat yang diduduki, mengklaim bahwa bangunan tersebut dibangun tanpa izin rezim Israel yang hampir tidak mungkin diperoleh warga Palestina. Mereka juga terkadang memerintahkan warga Palestina untuk menghancurkan rumah mereka sendiri atau membayar biaya pembongkaran ke Pemerintah Kota jika mereka tidak melakukannya.

Israel menduduki Yerusalem Timur (al-Quds), Tepi Barat, dan Jalur Gaza -wilayah yang diinginkan Palestina untuk negara masa depan mereka- selama perang enam hari pada tahun 1967.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *