Hamas Sebut Ambisi Saudi Normalisasi Hubungan dengan Israel adalah Bentuk Pengkhianatan dan ‘Kejahatan Tak Terampuni' - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hamas Sebut Ambisi Saudi Normalisasi Hubungan dengan Israel adalah Bentuk Pengkhianatan dan ‘Kejahatan Tak Terampuni’

POROS PERLAWANAN – Seorang pejabat tinggi Gerakan Poros Perlawanan Islam Palestina, Hamas, mengecam segala bentuk normalisasi hubungan dengan rezim Israel, menyebutnya sebagai kejahatan yang tidak dapat diampuni, Press TV melaporkan.

Berbicara melalui panggilan video dalam sebuah forum negara Arab pada hari Jumat, Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh memperingatkan upaya normalisasi oleh beberapa negara Arab, terutama Saudi, akan meningkatkan tindakan agresi Israel terhadap bangsa Palestina.

Haniyeh menambahkan bahwa bangsa-bangsa Arab akan tetap menjadi pendukung kuat rakyat Palestina dalam perjuangan mereka melawan rezim Tel Aviv, terlepas dari munculnya tawaran yang sedikit terselubung untuk menormalkan hubungan dengan Israel di berbagai bidang, termasuk politik, media, ekonomi, olahraga, dan budaya.

Figur senior Hamas itu juga menyerukan penegakan hukum yang mengkriminalkan segala bentuk normalisasi hubungan dengan rezim Tel Aviv, dan meminta negara-negara Arab untuk melakukan langkah-langkah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang Arab dan Muslim tentang perjuangan Palestina.

Sejalan dengan kelompok Hamas, pada hari Rabu, Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) meminta masyarakat Arab untuk memerangi kampanye yang bertujuan untuk menormalkan hubungan dengan Israel.

Gerakan itu menyebut tawaran normalisasi hubungan dengan Israel yang diajukan beberapa negara Arab terhadap Palestina sebagai “pengkhianatan” dan “penusukan dari belakang”.

“Mereka yang berkampanye untuk normalisasi adalah sebagian kecil, dan tidak mewakili dunia Arab. Mereka berafiliasi dengan kekuatan internasional seperti Amerika Serikat,” tegas perwakila PFLP, Hani al-Thawabta dalam sebuah konferensi pers di Kota Gaza, seperti dilansir Press TV.

Thawabta juga mengutuk dua serial televisi yang ditayangkan selama bulan suci Ramadan oleh jaringan MBC milik Saudi, karena mempromosikan normalisasi hubungan dengan Israel. Ia menyebut program-program itu sebagai “kejahatan terhadap keberpihakan negara Arab.”

“Tanggung jawab etika, nasionalisme, dan kemanusiaan mengharuskan semua orang yang bebas dan terhormat untuk menolak semua bentuk normalisasi,” tegas Thawabta.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *