Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Harian Yedioth Ahronoth: Rezim Israel Gagal Jalankan Perintah Netanyahu Soal Karantina Lawan Corona

6520804_artikeldetail_1u16em_0yQfdR.jpg

POROS PERLAWANAN – Surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth memberitakan seputar kegagalan rezim zionis menghadapi virus Corona, Al-Mayadeen melaporkan.

Sebagai akibat dari gempuran kritik, Netanyahu memerintahkan penangguhan pendaratan beberapa penerbangan di Israel, hingga selesainya pembuatan peraturan yang memungkinkan pihak internal yang terkait dapat mengevakuasi para wisatawan dengan segera, setelah mereka turun dari pesawat ke beberapa hotel.

Yedioth Ahronoth mengungkap kegagalan rezim Israel untuk menjalankan arahan Perdana Menteri Netanyahu, 11 hari lalu, agar setiap pendatang dikarantina di hotel secara terpisah. Sebab hingga kemarin, aktivitas penerbangan yang mengangkut warga Israel terus terjadi di Bandara Internasional Ben Gurion, tanpa mengarantina mereka di hotel, namun membiarkan mereka langsung pulang ke rumah masing-masing tanpa pengawasan.

Menurut surat kabar itu, setelah audit yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan, dalam sepekan terakhir ditemukan peningkatan prosentase sekitar 460% kasus positif infeksi Corona, yang ditularkan oleh warga Israel yang pulang dari luar negeri.

“Di tengah gempuran kritik keras, kemarin Netanyahu memerintahkan penghentian semua pendaratan penerbangan di Israel, sampai peraturan peradilan selesai, yang memungkinkan pihak internal memindahkan para penumpang untuk dikarantina di hotel. Selain itu, pesawat yang lepas landas dari Israel, diizinkan mendarat setelah kembali. Sesudah itu, seluruh penerbangan akan dihentikan,” tulis Yedioth Ahronoth.

Surat kabar itu menambahkan, cerita ini tak berhenti sampai di situ saja. Di akhir rapat terbatas antara Perdana Menteri, Menteri Keamanan, Menteri Transportasi, Menteri Dalam Negeri, juga Dirjen Departemen Kesehatan Israel, Netanyahu melimpahkan tanggung jawab penuh soal pendatang dari luar ini kepada Menteri Pertahanan Israel. Dalam rapat itu juga diputuskan, setiap orang yang kembali dari luar akan dikarantina di hotel, selama 14 hari.

Tags: