Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Hasrat Trump Berunding Langsung dengan Assad Ibarat Pungguk Rindukan Bulan

Hasrat Trump Berunding Langsung dengan Assad Ibarat Pungguk Rindukan Bulan

POROS PERLAWANAN – Beberapa hari lalu, Menlu AS Mike Pompeo mengungkap mimpi Donald Trump untuk berunding langsung dengan Bashar Assad.

Menurut Pompeo, Trump pada Maret lalu mengirim surat pribadi kepada Presiden Suriah. Dalam suratnya, Trump menawarkan perundingan langsung terkait Austin Tice, jurnalis AS yang ditahan di Suriah sejak 8 tahun lalu.

Bukan hanya Trump yang memimpikan perundingan dengan Pemerintah Suriah. John Kerry pada tahun 2015 membocorkan bahwa Barack Obama memiliki hasrat serupa. Kerry secara terbuka menyatakan, semua kebijakan AS untuk menekan Suriah telah gagal. Dia mengatakan, ”AS akan terpaksa untuk berunding dengan Assad.”

Namun sepertinya ini akan menjadi mimpi AS belaka. Trump, melalui sejumlah mediator, sudah berkali-kali ingin berunding dengan Assad untuk membebaskan Tice. Namun semua permintaan itu ditolak mentah-mentah.

Hal ini juga disinggung John Bolton dalam bukunya. Dia menulis, ”Perundingan AS dengan Suriah telah menjadi rumit, lantaran keinginan Trump untuk menjalin kontak dengan Assad terkait tawanan AS”.

Bolton mengungkapkan, Suriah tidak sudi bicara soal ini, bahkan dengan Pompeo sekalipun.

Penolakan Suriah ini membuat Trump gusar, sehingga ia melayangkan ancaman kepada Damaskus. Namun dia tak punya nyali untuk melaksanakan satu pun dari ancaman-ancaman itu untuk membebaskan tawanan AS.

Tiada keraguan bahwa perundingan dengan Suriah adalah salah satu kartu yang disimpan Washington, untuk digunakan di saat yang tepat.

Tampaknya, dalam situasi sekarang, terutama menjelang Pilpres AS, Trump merasa sudah tiba waktunya untuk memainkan kartu tersebut. Dia berupaya membebaskan Tice demi mendapatkan nilai untuk kampanye. Sama seperti yang dilakukannya ketika memediasi normalisasi hubungan UEA-Israel.

Namun tujuan Trump ini ibarat panggang jauh dari api, sebab Assad telah menolak segala rencana dan muslihat AS. Pada tahun 2018 lalu, Assad dalam wawancara dengan televisi Rusia, NTV, menegaskan bahwa perundingan dengan Trump tak ada gunanya dan hanya buang-buang waktu saja.

Menurut Assad, kebijakan AS untuk menggunakan tekanan tidak akan berubah. Sebab itu, tindakan AS adalah kebalikan dari apa yang diucapkannya.

Dalam pandangan Assad, perundingan dengan AS tidak akan mengatasi problem Suriah dan justru akan memperparahnya. Para presiden AS tidak bisa dipercaya, apalagi Trump yang memberlakukan beragam sanksi, menjarah minyak Suriah, dan memecah-belah negara ini.

Justru, pengusiran AS dari Suriah adalah wacana yang mengemuka di saat ini, terutama dengan bersatunya suku-suku di al-Badiyah dan al-Jazirah untuk menendang agresor AS dari negeri mereka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *