Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia

Hubungan Serius Iran-China Membuat AS-Barat Ketar-ketir dan Deg-degan

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Republik Islam Iran mengatakan bahwa tidak heran melihat negara-negara Barat khawatir tentang kerja sama strategis antara Teheran dan Beijing, karena mereka takut Iran akan dikaitkan dengan potensi global China.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Ekonomi, Gholam-Reza Ansari, mengatakan bahwa beberapa kritik yang baru-baru ini diajukan tentang kesepakatan kerja sama strategis 25 tahun antara Teheran dan Beijing adalah sesuatu yang “konyol”.

Berbicara dalam wawancara yang disiarkan secara langsung pada Kamis malam, Ansari merujuk pada komentar Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS tentang kesepakatan itu, dan mengatakan bahwa Washington menyatakan simpati pada Iran tetapi dalam waktu bersamaan menjatuhkan sanksi paling keras terhadap Republik Islam bahkan pada saat wabah virus Corona.

“Sejak hubungan Iran dengan China menjadi serius, dan itu membentuk dasar kerja sama ekonomi dan strategis antara kedua negara dalam dokumen 25 tahun, sangat wajar bagi negara-negara Barat untuk khawatir tentang hubungan seperti itu,” katanya.

Ansari juga menyampaikan bahwa saat ini, China adalah satu-satunya negara di dunia yang secara resmi membeli minyak Iran.

“Kebijakan AS dan Inggris, negara-negara Anglo-Saxon secara umum, adalah untuk fokus menekan Iran dalam upaya untuk menjauhkannya dari China dan Rusia,” tambahnya.

Di tempat lain, Alaeddin Boroujerdi, Mantan Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, mengatakan bahwa Barat takut akan kapasitas Iran yang terus bertambah dan terhubung dengan potensi global besar China.

“Inilah sebabnya mereka meningkatkan upaya untuk merusak hubungan Iran-China setelah pengumuman pembicaraan antara kedua negara mengenai kesepakatan jangka panjang,” kata Boroujerdi.

Perjanjian besar antara Iran dan China diumumkan dalam sebuah pernyataan bersama selama kunjungan Presiden Tiongkok, Xi Jinping ke Teheran pada tahun 2016.

Roadmap kerja sama terdiri dari 20 pasal, yang mencakup hubungan Teheran-Beijing dalam bidang “Politik, Kerja Sama Eksekutif, Manusia dan Budaya, Peradilan, Keamanan dan Pertahanan, dan Regional dan Internasional”, menurut pernyataan yang dirilis saat itu.

Tags: