Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Institusi Kepolisian Minneapolis Dirombak Total Menyusul Gelombang Protes Anti Rasisme Amerika yang Kian Mendunia

demo.jpg

POROS PERLAWANAN – Memasuki hari kelima belas berturut-turut, protes terus berlanjut di Amerika Serikat terhadap rasisme dan kebrutalan polisi, setelah pembunuhan George Floyd.

Pada saat sidang pertama polisi yang dituduh membunuh Floyd sedang berlangsung, otoritas kota Minneapolis, tempat pembunuhan Floyd terjadi memutuskan untuk merombak total dan membangun kembali institusi kepolisian kota itu.

Kondisi terbaru protes berlangsung di Amerika Serikat, gelombang demonstrasi berlanjut dengan latar belakang pembunuhan Floyd di tangan seorang perwira polisi AS, sebuah insiden yang mengguncang dunia dan jutaan massa yang turun ke jalan-jalan menuntut keadilan dan mengutuk rasisme.

Banyak kota di seluruh dunia telah melakukan gerakan solidaritas mendukung demonstran Amerika, di lebih dari 24 negara. Di AS sendiri, para demonstran mengadakan aksi berlutut di depan Gedung Putih di Washington, mengangkat spanduk yang menuntut keadilan bagi Floyd.

Menanggapi kemarahan para demonstran, dan dalam konteks “reformasi” yang diinisiasi oleh Partai Demokrat di Amerika Serikat, khususnya perubahan besar dalam institusi kepolisian yang dituduh melakukan rasisme dan praktik kekerasan terhadap minoritas, maka otoritas kota Minneapolis, kota di mana pembunuhan itu terjadi, memutuskan untuk “membongkar dan membangun kembali” lembaga kepolisiannya.

Sembilan dari 12 anggota dewan di sana menandatangani pakta untuk mulai merombak total kepolisian, seraya mengatakan, “itu tidak dapat diperbaiki.”

Jaringan CNN mengutip Ketua DPR kota Minneapolis, Lisa Binder yang mengatakan, “Kami berkomitmen untuk membongkar institusi kepolisian di Minneapolis dan membangun kembali model baru keselamatan publik yang benar-benar menjamin keamanan komunitas kami, dalam kemitraan dengan warga negara kami.”

Binder mengindikasikan, bahwa ia bermaksud untuk mentransfer dana yang dialokasikan ke anggaran kepolisian kota ke proyek-proyek yang berkaitan dengan penduduk. Dia menambahkan bahwa Dewan Kota juga bermaksud untuk mempelajari cara-cara merombak total kepolisian saat ini. “Gagasan tidak ada kepolisian tentu bukan proyek jangka pendek,” tukasnya.

Sementara itu, anggota Dewan Kota Alondra Kanoo menulis di Twitter, bahwa dewan menyimpulkan “polisi kota tidak dapat direformasi dan kami akan mengakhiri sistem penjagaan keamanan saat ini.”

Namun, Wali Kota Jacob Frye, memberi tahu sebelum pemungutan suara Dewan bahwa ia lebih menyukai reformasi struktural yang luas untuk membangun kembali sistem rasisme struktural ini. Oleh karena itu, Dewan Kota mungkin perlu waktu untuk mengimplementasikan janjinya.

Sementara itu, Wali Kota New York, Bill de Palacio, mengumumkan usulan reformasi kepolisian kota, dengan mengatakan bahwa perombakan itu datang sebagai bagian dari langkah-langkah reformasi. Sebagian dari anggaran Departemen Kepolisian New York akan didistribusikan kembali kepada kaum muda dan pekerjaan sosial, dan pos-pos disiplin kepolisian akan menjadi lebih transparan.

Tags:

1 Komentar

  1. mustahil bagi pemerintah rasis amerika melekukan perubahan walaupun hanya untuk satu negara bagian,,,,,karena sebenarnya pemerintahan rasis amerika membutuhkan perubahan menyeluruh pada tatanan system pemerintahan khususnya kebijakan luar negerinya yg arogan & merusak tatanan sumber daya alam ,kemanusiaan juga kedaulatan negara lainnya

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *