Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Iran

Iran: Klaim Washington ‘Kembali ke Perjanjian Nuklir’ Demi Intimidasi Tehran, Langgar Perjanjian Internasional dan Tak Layak Diterima

POROS PERLAWANAN – Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif mengatakan, “Amerika Serikat adalah negara pertama di dunia dalam hal pemborosan militer, penjualan senjata, penggagas perang, serta eksploitasi konflik global.”

Dalam sebuah tweet, Zarif menulis, “Pompeo (Menlu AS) yang telah mengirimkan senjata ke seluruh dunia sedang mengkhawatirkan Iran, yang hingga 1979 menjadi agen utama senjata AS.”

Juru Bicara Pemerintah Iran, Ali Rabei menekankan, bahwa “kembalinya Amerika Serikat ke dalam perjanjian nuklir tidak dapat diterima oleh Iran. Tindakan AS itu seharusnya tidak boleh diterima oleh semua anggota perjanjian.”

“Perpanjangan embargo senjata terhadap Iran adalah indikasi lain dari intimidasi Amerika dan eksploitasi Perjanjian Internasional,” tutur Ali Rabei.

“Berdasarkan konsultasi kami dengan anggota perjanjian nuklir, kami yakin bahwa mereka tidak akan menerima pendekatan AS itu,” tambah Rabei.

Ali Rabei juga menegaskan, “Anggota Dewan Keamanan dan anggota perjanjian nuklir sangat menyadari, bahwa perpanjangan embargo senjata di Iran akan memiliki konsekuensi serius, bukan hanya pada kesepakatan perjanjian nuklir, tapi juga pada keamanan dan stabilitas di kawasan.”

Jubir Pemerintah RII itu juga menekankan, “Kami percaya, kami telah menyampaikan pesan sangat jelas ini kepada Amerika Serikat dan lainnya, bahwa perpanjangan embargo senjata Iran ini bertentangan dengan perjanjian sebelumnya, dan akan memancing reaksi kuat dari Iran. Teheran meyakini, Washington tidak akan mencapai tujuannya.”

Perwakilan tetap Iran untuk PBB, Majeed Taht Rawanchi mengonfirmasi, bahwa “pernyataan Menlu AS dan pejabat Amerika lainnya mengenai embargo senjata terhadap Iran tidak memiliki tempat dalam hukum internasional.”

Sebelumnya, Menlu AS Mike Pompeo meminta kepada Dewan Keamanan memperpanjang keputusan untuk melarang pasokan senjata ke Iran, sebelum eskalasi “kekerasan” Iran dan perlombaan senjata baru di Timur Tengah dimulai.

Pompeo menganggap, bahwa peluncuran Satelit Noor-1 Iran menunjukkan bahwa program Luar Angkasa Iran tidak benar-benar baik, serta meminta kepada negara-negara Uni Eropa untuk menghukum setiap pihak dan entitas yang bekerja sama dengan program Iran itu.

AS sedang memperkuat mobilitas diplomatiknya di PBB, untuk meperbarui embargo senjata kepada Iran, yang diberlakukan oleh PBB pada tahun 2006 dan 2007, dan akan berakir dalam rentang waktu kurang dari enam bulan.

Pada hari Kamis 30 April, Kongres AS menyaksikan penandatanganan surat oleh hampir 90% anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS yang mendesak pemerintahan Donald Trump untuk meningkatkan langkah diplomatiknya di PBB, guna memperpanjang embargo senjata yang dikenakan kepada Iran.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *