Loading

Ketik untuk mencari

Iran

IRGC: Ratusan Target AS dan Israel Diserang pada Pekan Pertama Operasi ‘Janji Sejati 4’

POROS PERLAWANAN — Juru Bicara Garda Revolusi Islam (IRGC), Ali Mohammad Naeini menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah melancarkan serangan luas menggunakan rudal dan drone selama pekan pertama Operasi “Janji Sejati 4”.

Dalam pernyataan pada Sabtu 7 Maret, Naeini mengatakan bahwa operasi balasan tersebut menargetkan ratusan lokasi yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel, serta mengubah keseimbangan kekuatan di Kawasan.

“Angkatan Bersenjata dalam pekan pertama pertempuran berhasil mengubah keseimbangan kekuatan regional melalui strategi ofensif berlapis,” ujarnya seperti dilansir Press TV pada Minggu 8 Maret.

600 Operasi Rudal dan 2.600 Drone

Menurut Naeini, skala operasi melibatkan kombinasi intensif rudal dan sistem udara nirawak. “Data menunjukkan 600 operasi rudal, termasuk rudal balistik dan jelajah berbahan bakar padat dan cair, serta 2.600 operasi drone telah dilakukan,” kata Naeini.

Serangan tersebut disebut menargetkan fasilitas penting yang berkaitan dengan infrastruktur militer Amerika Serikat serta lokasi strategis Israel.

“Dalam serangan ini, lebih dari 200 lokasi sensitif di pangkalan militer Amerika dan fasilitas penting Rezim Zionis dihantam dengan presisi tinggi,” ujarnya.

Naeini juga menyoroti intensitas serangan pada fase awal operasi. Volume tembakan yang diluncurkan dalam tiga hari pertama disebut setara dengan keseluruhan daya tembak yang digunakan selama Perang 12 Hari sebelumnya.

Pangkalan Militer AS di Kawasan Jadi Sasaran

Sebagian besar operasi juga diarahkan pada fasilitas militer Amerika Serikat di Kawasan. Beberapa instalasi militer utama disebut berulang kali menjadi sasaran serangan rudal dan drone, termasuk markas Armada Kelima Amerika Serikat (United States Fifth Fleet), Pangkalan Udara Al Udeid, Pangkalan Udara Al Dhafra, serta Pangkalan Udara Sheikh Isa.

Menurut Naeini, sejumlah aset maritim juga terkena serangan. “Sejauh ini, 17 kapal milik Amerika Serikat, Rezim Zionis, dan sekutu mereka telah terkena serangan,” katanya.

Sistem Radar Canggih Dihancurkan

Naeini juga menyebut operasi yang menargetkan infrastruktur pertahanan udara dan intelijen di Kawasan. Beberapa radar strategis dilaporkan hancur, termasuk radar “Desert Eye” di Pangkalan Udara Al Udeid yang disebut bernilai sekitar satu miliar Dolar, serta radar THAAD di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.

Menurut Naeini, penghancuran sistem tersebut melemahkan kemampuan pemantauan dan intersepsi udara Amerika Serikat di Kawasan. “Hancurnya radar-radar utama dan sistem THAAD melumpuhkan sebagian besar jaringan pemantauan dan pertahanan udara Amerika di Kawasan,” ujarnya.

Target Israel di Wilayah Pendudukan

Operasi juga menargetkan fasilitas strategis Israel di Wilayah Palestina yang Diduduki. Beberapa sasaran yang disebut meliputi Bandara Ben Gurion, Pangkalan Udara Ramat David, pelabuhan militer di Haifa, serta kompleks industri militer di Beit Shemesh dan Ashdod.

Menurut Naeini, serangan berkelanjutan tersebut juga memberikan tekanan psikologis pada pemukim Israel. “Tekanan operasional yang terus berlangsung telah mengubah kehidupan di Wilayah Pendudukan menjadi mimpi buruk yang dipenuhi sirene dan tempat perlindungan,” ujarnya.

Operasi Balasan Akan Terus Berlanjut

Naeini menegaskan bahwa operasi militer Iran akan terus meningkat. “Tren ofensif ini akan berlanjut dengan intensitas lebih besar hingga struktur pertahanan musuh mendekati titik runtuh,” katanya.

Ia juga menyebut perkembangan selama sepekan terakhir tidak sesuai dengan perkiraan awal pihak lawan.

“Musuh mengira perang akan berakhir dalam tiga hari dan koalisi regional akan terbentuk melawan Iran, namun yang terjadi justru respons rakyat yang luas,” ujar Naeini.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *