Operasi ‘Janji Sejati 4’: Iran dan Poros Perlawanan Serang Target AS-Israel
POROS PERLAWANAN — Angkatan Bersenjata Iran bersama Kelompok Perlawanan di Kawasan melanjutkan operasi militer balasan terhadap aset Amerika Serikat dan Israel sebagai bagian dari Operasi “Janji Sejati 4”.
Operasi tersebut diluncurkan setelah serangan yang disebut dilakukan koalisi Amerika Serikat-Israel terhadap Iran. Pada Sabtu 7 Maret, Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Angkatan Darat Iran melaksanakan sejumlah operasi militer di berbagai wilayah.
Menurut pernyataan Militer Iran, hingga saat ini telah dilakukan 23 gelombang serangan rudal dan drone menggunakan persenjataan canggih yang menargetkan fasilitas militer Israel di Wilayah Palestina yang Diduduki serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat.
Selain Iran, Kelompok Perlawanan regional juga terlibat dalam operasi tersebut, termasuk Hizbullah di Lebanon dan Hashd al-Shaabi di Irak.
Operasi IRGC
IRGC melancarkan gelombang ke-25 Operasi “Janji Sejati 4” dengan sandi suci “Ya Ali Ibn Abi Talib”. Operasi tersebut menargetkan pusat militer serta fasilitas logistik yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel di Wilayah Palestina yang Diduduki maupun di sejumlah negara Kawasan. Serangan dilancarkan menggunakan rudal presisi, termasuk rudal Fattah dan rudal Emad.
Dalam operasi lain, unit drone IRGC juga menargetkan kapal tanker minyak “Prima” menggunakan drone serang setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan IRGC tentang pembatasan navigasi di Selat Hormuz.
IRGC menyatakan jalur tersebut berada di bawah kendali Iran selama delapan hari berturut-turut pascaserangan Amerika Serikat serta terbunuhnya Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dan sejumlah komandan militer.
Unit drone Angkatan Laut IRGC juga melancarkan serangan massal terhadap Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab. Serangan dilaporkan menargetkan pusat operasi udara Amerika Serikat, fasilitas komunikasi satelit, radar peringatan dini, serta sistem kendali tembakan.
IRGC juga mengumumkan gelombang ke-26 operasi dengan sandi “Ya Haydar-e Karrar”, diikuti gelombang ke-27 yang menargetkan sejumlah lokasi di Wilayah Palestina yang Diduduki menggunakan rudal generasi baru seperti rudal Ghadr dan rudal Kheibar.
Operasi Angkatan Darat Iran
Angkatan Darat Iran melaporkan berhasil menembak jatuh 13 drone canggih milik lawan dalam 24 jam terakhir. Drone yang dihancurkan mencakup model MQ-9 Reaper, Hermes, dan Orbiter. Intersepsi dilakukan oleh sistem pertahanan udara Iran di berbagai wilayah, termasuk barat laut, barat, selatan, Isfahan, Kerman, dan Teheran.
Sejak dimulainya agresi pada Sabtu sebelumnya, sistem pertahanan udara Iran disebut telah menembak jatuh 82 drone musuh.
Angkatan Laut Iran juga melancarkan serangan drone terhadap sejumlah posisi Militer Amerika Serikat, termasuk Pangkalan Udara Minhad di Uni Emirat Arab serta Camp Arifjan. Serangan juga dilaporkan menargetkan sistem radar strategis Israel di Pangkalan Udara Sdot Micha.
Korban Militer AS
Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran (Khatam al-Anbiya Central Headquarters) menyatakan lebih dari 220 personel Militer Amerika Serikat tewas dan terluka dalam operasi Iran selama 24 jam terakhir.
Menurut laporan tersebut, 21 prajurit tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan terhadap Armada Kelima Amerika Serikat, sementara lebih dari 200 korban dilaporkan terjadi di Pangkalan Udara Al Dhafra.
Operasi Hizbullah
Kelompok Perlawanan Lebanon, Hizbullah melaporkan sejumlah operasi roket terhadap pasukan Israel di wilayah perbatasan selatan Lebanon, termasuk di sekitar kota Khiam.
Serangan juga menargetkan beberapa posisi Militer Israel, seperti Pangkalan Militer “Dado” di dekat Safed serta fasilitas militer di dekat Haifa. Selain itu, kilang minyak Haifa dan fasilitas industri militer ELTA Systems dilaporkan menjadi sasaran serangan drone.
Hizbullah juga menyatakan telah meluncurkan rudal jarak jauh ke Pangkalan Militer Tel Hashomer yang berjarak sekitar 120 kilometer dari perbatasan Lebanon.
Operasi Perlawanan Irak
Kelompok Hashd Al-Shaabi Irak juga melaporkan serangan drone terhadap target militer Amerika Serikat di wilayah Sulaymaniyah dan Duhok. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas syahidnya Pemimpin Revolusi Iran dan sejumlah pejuang Perlawanan di Kawasan.
