Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Keluarga para Tawanan: Netanyahu Sembunyi Saat Kami Susah dan Muncul Saat Kami Senang

Keluarga para Tawanan: Netanyahu Sembunyi Saat Kami Susah dan Muncul Saat Kami Senang

POROS PERLAWANAN– Keluarga-keluarga Israel yang anak-anak mereka tewas saat Operasi Badai al-Aqsa atau akibat pengeboman Militer Israel di Gaza menyatakan amarah mereka kepada PM Benyamin Netanyahu.

Diberitakan Fars, Netanyahu pada hari Minggu 9 Juni bertemu dengan keluarga para tawanan yang dibebaskan dari kamp pengungsi al-Nusairat dan berfoto dengan mereka.

Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid adalah orang yang pertama kali mengkritik perilaku Netanyahu. Ia menyindir Netanyahu dengan berkata,”Saat kau adalah Perdana Menteri, seharusnya kau menjadi Perdana Menteri saat menang dan juga saat kalah.”

“Sangat memprihatinkan jika Perdana Menteri hanya muncul saat situasi baik, namun menghilang saat kondisi tidak sesuai kehendak Anda.”

Yizhar Shai, mantan Menteri Israel yang anaknya tewas di Gaza, mengatakan,”Saya adalah salah satu orangtua yang Perdana Menteri tidak repot-repot mengontak mereka. Saya tidak marah kepadanya. Namun saya menganggapnya orang rendah dan hina.”

Ayah Noa Marciano, serdadu wanita Israel yang tewas beberapa bulan lalu saat Militer berupaya membebaskan tawanan di Gaza, mencuit di medsos X:”Perdana Menteri bermoral seharusnya mendatangi kami untuk menghibur dan menguatkan hati kami. Juga meminta maaf atas peristiwa yang terjadi di masa jabatannya. Namun Netanyahu adalah orang hina.”

“Saat situasi memburuk, kami tidak melihat Netanyahu. Dia tidak merepotkan dirinya untuk menemui kami atau bahkan sekadar mengontak kami.”

Jurnalis Israel, Ben Kasbet, membenarkan statemen keluarga orang-orang Israel yang tewas di perang Gaza. Kasbet berkata,”Netanyahu tidak memberi tahu para sekutunya di Kabinet Perang soal operasi di al-Nusairat. Namun ia membutuhkan mereka saat menderita kekalahan.”

“Setelah pembebasan tawanan di al-Nusairat, Netanyahu pergi ke rumah sakit dan menemui mereka demi kepentingan politis,” imbuhnya.

Operasi militer Israel di al-Nusairat telah membebaskan 4 tawanan. Namun menurut Brigade al-Qassam, operasi itu juga menewaskan 3 tawanan Israel lainnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *