Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Kolaborasi ‘Bisnis Kematian’ Trump-Gates, Tumbalkan Jutaan Nyawa demi Mendulang Laba Politik dan Materi di Tengah Krisis Corona

Kolaborasi ‘Bisnis Kematian’ Trump-Gates, Tumbalkan Jutaan Nyawa demi Mendulang Laba Politik dan Materi di Tengah Krisis Corona

POROS PERLAWANAN – Dalam pandangan Donald Trump, ekonomi adalah kartu truf baginya untuk bisa bertahan di Gedung Putih. Sebab itu, ia bersikeras mengaktifkan roda ekonomi AS yang berhenti berputar akibat Corona, walaupun langkah itu bisa membahayakan jutaan nyawa warga AS.

“Berbisnis dengan nyawa orang” memang tak pernah berakhir. Bill Gates, yang merupakan bagian dari geng Trump, telah memulai permainan berbahaya dengan memanfaatkan krisis Corona. Permainan Gates itu adalah “vaksin khusus antivirus” yang bisa menghasilkan laba milyaran dolar untuknya.

Sebelum ini, Gates pernah mengatakan bahwa kehidupan orang-orang tak bisa kembali normal sebelum vaksin anti-Corona diproduksi. Statemen ini pertanda jelas terkait pundi-pundi uang yang diincar Gates melalui wabah Corona.

Gates, yang dekat dengan konsultan Trump dalam penanganan Corona di AS Anthony Fauci, berusaha untuk memaksakan vaksinasi Corona untuk semua orang, yang berarti akan mempertebal koceknya.

Sebagian orang mungkin bertanya: apa masalahnya jika Gates mendapat laba, selama penduduk dunia bisa selamat dari virus Corona?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus melihat aktivitas Gates dan yayasan yang dikelolanya, yaitu Bill and Melinda Gates Foundation. Menurut Robert F. Kennedy Jr. (sepupu John Kennedy presiden AS terdahulu), yayasan ini berusaha mencari laba dengan memperdagangkan vaksin.

– Kennedy mengatakan, Gates Foundation mengontrol kelompok Konsultan Teknis Nasional India untuk Vaksinasi setelah berjanji akan memberi bantuan 500 ribu dolar kepada kelompok ini. Kelompok ini meminta berbagai dosis vaksin antipolio anak dari Gates Foundation. Setelah menerima dan menjalankan vaksinasi, jumlah penderita polio anak justru meningkat tajam hingga tahun 2017. Akhirnya Pemerintah India meminta Gates Foundation keluar dari negara itu dan menghentikan aktivitasnya.

– Pada tahun 2017, WHO mengumumkan peningkatan drastis kasus polio anak pasca vaksinasi (yang dilakukan oleh Gates Foundation). Sekitar 70 persen penderita polio di India terkena penyakit itu setelah mendapat vaksin.

– Pada tahun 2010, vaksinasi antimalaria di Afrika menewaskan 151 anak dan membuat 1.050 orang mengalami kelumpuhan, stroke, atau kejang-kejang.

– Di tahun 2002, sejumlah korporasi di bawah Gates Foundation melakukan vaksinasi antimeningitis ribuan anak di Afrika, yang akhirnya membuat puluhan anak lumpuh. Vaksinasi itu bersifat paksaan, persis seperti skenario yang dirancang Gates terkait Corona.

– Setelah Bill Gates memberikan puluhan milyar dolar kepada WHO, terjalinlah “kesepakatan vaksinasi” antara lembaga kesehatan dunia ini dengan Gates Foundation. Sebagian orang mengatakan, Gates mengendalikan para anggota WHO dari jauh.

– Dari 5 milyar dolar yang diberikan Gates Foundation untuk menangani penyakit, hanya 650 ribu dolar yang digunakan untuk proyek penyediaan air minum, pangan, dan pengembangan ekonomi. Bagian utama dari bantuan itu dikhususkan untuk sektor vaksinasi yang dinyatakan “wajib.”

Gates meyakini bahwa “kesehatan bisa diperoleh melalui vaksinasi,” sementara Trump berpendapat bahwa “karier politik bisa dibangun dengan dolar.”

Ada kaitan erat antara kengototan Trump untuk mengaktifkan kembali roda ekonomi AS (kembalinya warga untuk bekerja) dan keinginan Gates untuk memaksakan vaksinasi atas warga AS. Dua orang ini mencari laba politik dan materi melalui “bisnis kematian.”

Sumber: Al-Alam
Penulis: Hossein Mousavi

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *