Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia

Korea Utara Ancam Kacau Balaukan Pemilu AS Jika Washington Gagal ‘Menahan Lidah’ dalam Urusan Antar-Korea

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Korea Utara telah memperingatkan Amerika Serikat untuk “menahan lidah” dan menjauhi urusan antar-Korea atau berisiko melihat pemilihan presiden mendatang menjadi “kacau balau”.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada hari Kamis, Kwon Jong-gun, Direktur Jenderal Urusan AS di Kementerian Luar Negeri Korea Utara, mengecam “sikap ganda” Amerika Serikat dalam menghadapi sengketa antar-Korea, memperingatkan Washington untuk memikirkan urusan internalnya sendiri.

“Jika AS menyodok ke dalam urusan orang lain dengan pernyataan ceroboh, jauh dari mengurus urusan internalnya, pada saat situasi politiknya berada dalam kebingungan terburuk, itu mungkin mengakibatkan hal yang tidak menyenangkan dan sulit untuk dihadapi,” tegas Kwon.

Menurut Kwon, Amerika Serikat harus “menahan lidahnya” dan mengatasi masalah dalam negerinya sendiri kecuali jika ia ingin “mengalami pengalaman buruk”.

“Ini akan baik tidak hanya untuk kepentingan AS, tetapi juga untuk memudahkan pemilihan presiden mendatang,” ancam Kwon.

Peringatan itu muncul setelah Departemen Luar Negeri AS menyatakan kekecewaannya atas keputusan Korea Utara untuk menangguhkan saluran komunikasi dengan Korea Selatan.

Pada hari Selasa, Korea Utara memutuskan saluran komunukasi kepresidenan dan militernya dengan Korea Selatan, mengklaim bahwa tindakan tersebut dilakukan karena ada “perilaku berbahaya” Korea Selatan.

Kamis lalu, Korea Utara memperingatkan bahwa pihaknya akan membatalkan perjanjian militer antar-Korea yang disepakati baru-baru ini jika Korea Selatan gagal menghentikan pembelot Korea Utara mengirim selebaran propaganda ke Zona Demiliterisasi yang memisahkan kedua negara.

Sementara itu, interaksi antara Washington dan Pyongyang yang mulai dibangun sejak 2019 lambat laun terhenti karena penolakan Trump untuk meringankan salah satu dari sanksi keras AS terhadap Korea Utara, terlepas dari beberapa tindakan besar yang menunjukkan niat baik Pyongyang.

Amerika Serikat terus berusaha menekan Korea Utara agar menghentikan program senjata nuklirnya.

Korea Utara menyatakan bahwa kemampuan nuklir dan misilnya dimaksudkan untuk mempertahankan negara itu dari potensi agresi di tengah berlangsungnya perlombaan perang bersama oleh Seoul dan Washington di Semenanjung Korea.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *