Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Langkah Cekatan Iran Sikapi Kecamuk Konflik Azerbaijan vs Armenia yang Mulai ‘Dikipasi’ Israel

Langkah Cekatan Iran Sikapi Kecamuk Konflik Azerbaijan vs Armenia yang Mulai 'Dikipasi' Israel

POROS PERLAWANAN – Iran adalah satu-satunya negara di Kawasan yang memiliki perbatasan bersama dengan Azerbaijan dan Armenia. Hubungan geografis mendorong Iran bersikap lebih bertanggung jawab, dibanding negara-negara lain, terkait perseteruan dua negara itu di Nagorno-Karabakh.

Dilansir al-Alam, usai terungkapnya tanda-tanda intervensi asing dalam konflik Azerbaijan vs Armenia, Iran sangat mengimbau agar gencatan senjata segera diberlakukan di kawasan tersebut.

Pihak-pihak asing, terutama Israel, berusaha meniup api perang demi mewujudkan tujuan-tujuan yang serupa dengan tujuannya di Suriah, Irak, Yaman, dan Lebanon. Di antaranya adalah memperluas perselisihan keagamaan, sektarian, dan kesukuan, juga menebar kekacauan di perbatasan utara Iran.

Iran tidak menunggu berlangsungnya pertemuan segitiga AS, Rusia, dan Prancis. Sebab itu, Teheran menyiapkan sebuah proposal yang akan ditindak lanjuti setelah bermusyawarah dengan Azerbaijan dan Armenia, juga negara-negara tetangga di Kawasan.

Iran menyatakan bersedia untuk membicarakan proposal ini dengan pihak-pihak yang bersengketa. Terlebih setelah Baku dan Yerevan menegaskan bahwa krisis Karabakh tidak bisa diatasi secara militer.

Pada hakikatnya, dibanding negara-negara lain, Iran adalah pihak yang paling menghendaki perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

Iran tak hanya menggulirkan proposal untuk mengakhiri konflik dan mementahkan upaya Israel untuk menyusup ke Kawasan, tapi juga melakukan upaya diplomatik di level-level yang lebih tinggi.

Presiden Hassan Rouhani menghubungi kedua koleganya di Azerbaijan dan Armenia, serta mengungkap kekhawatiran Teheran atas intervensi asing dan berubahnya konflik menjadi perang regional.

Bukan tanpa alasan Iran memperingatkan intervensi asing yang mengacaukan keamanan di Kawasan. Beberapa hari lalu, media-media Israel mengabarkan kontak telepon Presiden Armenia dengan Presiden Rezim Zionis.

Presiden Armenia mengaku cemas terkait penjualan senjata-senjata Israel ke Azerbaijan. Presiden Israel pun mengklaim bahwa “kerja sama Tel Aviv dengan Baku tidak untuk merugikan Yerevan”.

Tak hanya meniup api perang, pihak ketiga ini juga menebar fitnah dengan memublikasikan hoaks dan foto-foto editan di media dan jejaring sosial. Salah satunya adalah klaim bahwa Iran mengirim truk-truk untuk membantu Armenia. Padahal, truk-truk itu menuju Rusia dalam bingkai kerja sama dagang.

Kepala Kantor Kepresidenan Iran, Mahmoud Vaezi membantah isu-isu itu dan menyatakan, tujuan hoaks ini adalah mengeruhkan hubungan Teheran-Baku.

Iran menghendaki perdamaian antara Azerbaijan dan Armenia, karena tahu bahwa pihaknya akan menjadi negara paling dirugikan jika perang berlanjut.

Bukan hanya karena memiliki perbatasan bersama dengan dua negara itu, tapi karena Iran juga tahu ada pihak ketiga yang terang-terangan memusuhinya.

Tags: