Loading

Ketik untuk mencari

Rusia

Lavrov: Tudingan Intervensi Rusia di Pilpres AS, Permainan Politik Gaya Lama yang Menggelikan

Lavrov: Tudingan Intervensi Rusia di Pilpres AS, Permainan Politik Gaya Lama yang Menggelikan

POROS PERLAWANAN – Menlu Rusia, Sergey Lavrov menyatakan, tuduhan kepada Rusia perihal intervensi di Pilpres AS sudah ada sejak lama.

“Mereka bahkan membuat permainan siapa yang paling banyak melakukan intervensi: Rusia, China, atau Iran? Baru-baru ini Jubir Badan Intelijen AS ditanya soal ini. Dia berpikir sejenak dan menjawab, ’China lebih banyak melakukan campur tangan daripada Rusia dan Iran’,” kata Lavrov, seperti dilansir IRNA.

“Permainan untuk orang dewasa ini sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu, sehingga membuat kami kebingungan, meski kadang memaksa kami geli keheranan. Yang saya maksud adalah klaim terbaru AS, bahwa Rusia berusaha menggunakan pemungutan suara lewat pos demi keuntungan salah satu kandidat,” lanjutnya.

“Saya benar-benar tercengang mendengar tudingan ini, sebab saya pikir bahwa pemungutan suara dengan pos adalah topik perselisihan Trump dengan Demokrat. Trump menolak cara ini, namun Demokrat tetap bersikeras.”

Sejumlah senator Demokrat meminta dari Menkeu AS, Steven Mnuchin, untuk menjatuhkan sejumlah sanksi atas Rusia, karena Moskow dianggap ingin mengintervensi Pilpres AS mendatang.

Pilpres AS akan berlangsung pada 3 November mendatang. Presiden saat ini, Donald Trump, akan bersaing dengan rivalnya dari Demokrat, Joe Biden.

Terkait blogger oposisi Rusia, Alexei Navalny, yang diklaim diracuni, Lavrov menegaskan bahwa Moskow tidak punya sesuatu untuk disembunyikan.

“Saya ingatkan sekali lagi, kondisi Navalny sudah memburuk saat ia di pesawat. Langkah-langkah medis sudah dilakukan. Sebuah ambulans juga telah menunggu di bandara untuk membawanya ke rumah sakit dan memberinya pernapasan buatan,” papar Lavrov.

Ia menambahkan, pihak Jerman tidak memberikan informasi apa pun terkait Navalny kepada Rusia.

Menurut Lavrov, Rusia juga menjadi tertuduh dalam kasus Sergei Skripal. Hasil penyelidikan kasus ini dirahasiakan Inggris dan hingga kini tak ada orang yang melihat Skripal beserta putrinya.

“Hingga kini, saya sudah beberapa kali bertanya kepada Uni Eropa tentang investigasi Skripal. Tiap kalinya, para wakil Uni Eropa mengatakan bahwa Inggris tidak memberikan informasi kepada mereka,” tandas Lavrov.

Tags: