Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Lawan Terorisme Internasional yang Dimotori AS-Israel, Teheran-Damaskus Teken Perjanjian Pertahanan dan Keamanan

  • POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Angkatan Bersenjata Iran dan Suriah, menyepakati sebuah bentuk kerja sama bidang pertahanan dan keamanan yang akan meningkatkan sistem pertahanan udara Suriah dalam menghadapi kelompok teroris Takfiri dan tekanan AS.

“Kami akan memperkuat sistem pertahanan udara Suriah dalam rangka memperkuat kerja sama militer antara kedua negara,” Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Baqeri mengatakan pada hari Rabu setelah menandatangani perjanjian “komprehensif” dengan Menteri Pertahanan Suriah, Ali Abdullah Ayoub di Damaskus dalam rangka meningkatkan kerja sama bidang militer dan pertahanan.

Perjanjian tersebut mengatur perluasan kerja sama militer dan keamanan serta keberlanjutan koordinasi antara Angkatan Bersenjata kedua negara.

Berbicara setelah menandatangani perjanjian di markas Komando Umum Angkatan Bersenjata Suriah, Komandan Tinggi Iran mengatakan bahwa kesepakatan yang ditandatangani “meningkatkan keinginan kita untuk bekerja sama dalam menghadapi tekanan AS.”

“Orang-orang dan negara-negara di kawasan tidak menyambut kehadiran Amerika Serikat, dan tanggapan kami terhadap omong kosong Amerika akan terus berlanjut,” tambah Baqeri.

Sementara itu, Ayoub menyebut bahwa Israel adalah “mitra kuat” AS dalam perang melawan Suriah, menambahkan bahwa aktivis kelompok-kelompok teroris yang berada di Suriah merupakan bagian dari agresi Israel.

Dia juga mengecam apa yang disebut “Sanksi Caesar” yang diberlakukan oleh AS terhadap negaranya, dengan mengatakan bahwa Suriah akan melawan larangan Washington atas penyediaan makanan dan obat-obatan untuk rakyatnya.

Kedua pihak juga menggarisbawahi perlunya penarikan pasukan asing yang telah “secara ilegal” dikerahkan ke Suriah, mengatakan bahwa pasukan-pasukan ilegal tersebut justru menjadi hambatan dalam membersihkan beberapa wilayah Suriah dari cengkeraman sejumlah kelompok teroris.

Pada akhir pembicaraan, sebuah pernyataan bersama juga dikeluarkan oleh delegasi militer kedua negara, yang mengatakan bahwa pertempuran berkelanjutan melawan terorisme Takfiri yang didukung oleh beberapa kekuatan regional dan internasional adalah salah satu tujuan dari perjanjian tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *