Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Mantan Penasihat Keamanan AS: Sering Abai Fakta dan Gampang Dimanipulasi, Trump Tak Pantas Jadi Presiden Amerika

POROS PERLAWANAN – “Presiden Donald Trump ‘tidak cocok untuk jabatan’ dan tidak memiliki ‘kompetensi untuk melaksanakan pekerjaan itu’,” kata mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton kepada ABC News dalam sebuah wawancara eksklusif.

Dalam sebuah buku baru yang mengungkapkan banyak fakta tentang masa 17 bulan bekerja di Gedung Putih yang ditulis oleh Bolton, ia menyebut Trump “sangat tidak paham,” tidak mengetahui fakta dasar dan mudah dimanipulasi oleh musuh asing.

Penilaian Bolton bahwa Trump “tidak pantas” menjadi presiden adalah salah satu dakwaan paling mencengangkan dalam sejarah kepresidenan AS yang justru dilontarkan oleh mantan penasihat utamanya sendiri.

“Dia begitu fokus pada pemilihan ulang sehingga pertimbangan jangka panjang jatuh di pinggir jalan,” kata Bolton.

Bolton adalah Penasihat Keamanan Nasional yang terlama melayani Trump, menemani presiden ke dua pertemuan bersejarahnya dengan Kim Jong Un dan Vladimir Putin, dan beberapa pertemuan kunci dengan presiden China Xi Jinping, Recep Tayyip Erdogan dari Turki dan para pemimpin dunia lainnya.

Bolton meninggalkan Gedung Putih pada 10 September tahun lalu, mengatakan bahwa ia menyerahkan surat pengunduran dirinya setelah berbulan-bulan berselisih dengan Trump.

Ia berpendapat bahwa Trump lebih fokus pada “kesempatan berfoto-foto” daripada memajukan keamanan nasional Amerika atau tujuan kebijakan luar negeri lainnya.

Dalam bukunya, Bolton juga menyebut bahwa selama mendampingi Trump, ia melihat bahwa pemilihan ulang adalah satu-satunya pertimbangan Trump dalam mengambil setiap keputusannya.

Dalam bukunya yang akan diterbitkan pada 23 Juni mendatang itu, Bolton juga mengkritik apa yang dia lihat sebagai kebingungan Trump tentang hubungan pribadi dan hubungan luar negeri yang baik.

“Korea Utara memiliki apa yang diinginkannya dari Amerika Serikat dan Trump memiliki apa yang dia inginkan secara pribadi. Ini menunjukkan asimetri pandangan Trump tentang urusan luar negeri. Dia tidak bisa membedakan antara kepentingan pribadinya dan kepentingan negara,” tulis Bolton.

Menurut Bolton, pandangan semacam itu telah sangat membahayakan keamanan nasional AS.

Tags: