Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Venezuela Bersiap Laporkan Sanksi Ilegal dan Sepihak AS ke Mahkamah Pidana Internasional

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Pemerintah Venezuela telah berjanji untuk membawa Amerika Serikat ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sebagai tanggapan atas sanksi unilateral baru yang kembali diberlakukan oleh Washington terhadap negara Amerika Latin tersebut.

Pemerintahan di Washington memperkenalkan sanksi baru pada hari Kamis, berupa pembatasan yang menargetkan perusahaan dan individu Meksiko karena diduga berusaha menghindari sanksi AS pada sektor minyak Venezuela.

“Washington terus mempersempit lingkaran di sekitar Venezuela. Mereka [Amerika Serikat] percaya bahwa kita tidak dapat mengekspor minyak dan rakyat Venezuela dibiarkan tanpa makanan, obat-obatan, dan bahan bakar”, tulis Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza di laman Twitternya pada hari yang sama.

“Sistem multipolar PBB harus merespons. Kami akan pergi ke Mahkamah Pidana Internasional untuk kasus ini,” tambahnya.

Venezuela terjerumus ke dalam kekacauan politik setelah tokoh oposisi Juan Guaido secara sepihak mendeklarasikan dirinya sebagai “Presiden Sementara” negara itu pada Januari tahun lalu, dan dengan bantuan Washington Guaido kemudian melancarkan kudeta yang gagal terhadap pemerintahan Maduro.

Lebih dari itu, Guaido dan AS disinyalir menjadi otak dari percobaan pembunuhan terhadap presiden yang terpilih secara legal, Nicolas Maduro, ketika sebuah pesawat tanpa awak dilaporkan terbang dan menargetkan posisi Maduro pada 2018 lalu.

Washington telah memberlakukan beberapa putaran sanksi berat terhadap negara Amerika Selatan yang kaya minyak itu, yakni sejumlah sanksi yang bertujuan untuk menggulingkan Maduro dan menggantikannya dengan Guaido.

Sanksi itu, termasuk penyitaan ilegal aset Venezuela di luar negeri dan blokade ekonomi, telah menyebabkan penderitaan luar biasa bagi jutaan warga Venezuela.

Dalam satu lagi permusuhan terhadap Pemerintah Caracas, sekelompok tentara bayaran yang didukung AS berusaha masuk ke negara bagian La Guaira di Venezuela utara dengan speedboat bulan lalu, tetapi militer Venezuela menggagalkan serangan itu, menewaskan delapan orang bersenjata dan menangkap beberapa orang lainnya.

Salah satu dari dua warga AS yang ditangkap selama serangan atau kudeta gagal tersebut mengatakan dalam interogasi publik yang disiarkan TV Pemerintah Venezuela bahwa tujuan operasinya adalah untuk merebut bandara di Caracas, menculik Maduro, dan membawanya ke AS.

Tags:

Fatal error: Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 36864 bytes) in /www/wwwroot/porosperlawanan.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2135