Loading

Ketik untuk mencari

Rusia

Mantan Presiden Rusia: Serangan ke Krimea akan Picu ‘Kiamat’

Mantan Presiden Rusia: Serangan ke Krimea akan Picu ‘Kiamat’

POROS PERLAWANAN – Diberitakan al-Alam, mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan bahwa keengganan Ukraina dan negara-negara Barat untuk mengakui kontrol Moskow atas Krimea menciptakan “bahaya sistematis” bagi Rusia. Serangan asing mana pun ke kawasan ini akan memicu “kiamat”, imbuhnya.

“Hari kiamat akan tiba dengan sangat cepat dan berat. Akan sangat sulit untuk bersembunyi,” tandas Staf Dewan Keamanan Rusia ini, dilaporkan TASS.

Medvedev tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait masalah ini. Namun sebelum ini ia pernah memperingatkan AS tentang bahaya mengusik sebuah negara nuklir seperti Rusia. Saat itu, ia mengatakan, ”Tindakan semacam ini bisa membahayakan umat manusia.”

Statemen ini disampaikan Medvedev sehari setelah seorang pejabat Ukraina, Vadim Skibitsky mengatakan bahwa Krimea adalah kawasan yang dianggap mayoritas dunia sebagai bagian dari Ukraina. Ia menyatakan, Krimea bisa saja menjadi target untuk rudal-rudal HIMARS buatan AS.

“Jika negara mana pun, baik Ukraina atau negara-negara anggota NATO, tidak menganggap Krimea sebagai bagian dari Rusia, ini adalah ancaman sistematis bagi kita,” kata Medvedev kepada dua veteran Perang Dunia II.

“Melihat apa yang terjadi untuk Krimea, ini adalah bahaya langsung dan nyata. Krimea telah kembali ke Rusia,” lanjutnya.

Dalam sebuah wawancara, Skibitsky dihadapkan dengan pertanyaan apakah Ukraina bisa menggunakan senjata dan rudal seperti HIMARS dan M270 untuk menyerang Semenanjung Krimea.

“Saat ini, Semenanjung Krimea murni berubah menjadi pusat pemindahan semua peralatan dan persenjataan yang datang dari Federasi Rusia ke kawasan-kawasan selatan kita,” ujar Skitbitsky.

Setelah mengadakan referendum di tahun 2014, Semenanjung Krimea yang terletak di Laut Hitam bergabung dengan Federasi Rusia. Setelah itu, Moskow juga memberikan dukungan kepada kelompok separatis pro-Rusia di kawasan Donbass di timur Ukraina.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *