Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Mayoritas Warga AS Tak Setuju dan Kecewa Penanganan Virus Corona ala Donald Trump

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, hasil sebuah jajak pendapat yang baru diadakan menunjukkan bahwa mayoritas warga Amerika tidak sepakat dengan cara Donald Trump menanggapi krisis akibat pandemi virus Corona.

Survey yang dirilis akhir pekan ini menunjukkan tiga dari lima orang -60 persen- dari responden tidak setuju dengan tanggapan Trump terhadap krisis.

Jajak pendapat oleh Washington Post-ABC News yang dilakukan sejak 12 sampai 15 Juli menunjukkan bahwa tingkat ketidaksetujuan terhadap tanggapan pandemi oleh Trump telah meningkat 15 persen, naik dari angka 45 persen pada Maret.

Jajak pendapat yang mensurvei sampel nasional secara acak dari 1.006 orang dewasa dan memiliki margin kesalahan plus atau minus 3,5 poin persentase ini muncul ketika jumlah rekor harian dalam kasus virus Corona kembali menjamur di seluruh penjuru negeri.

Keputusan Trump, yang mendukung pembukaan kembali negara, bertentangan dengan rekomendasi para ahli kesehatan yang terus-menerus memperingatkan agar tidak melakukan hal itu secara prematur.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh The Washington Post pada hari Selasa, empat mantan Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa Trump telah mempolitisasi ilmu pengetahuan dengan cara yang tidak pernah diadopsi oleh presiden mana pun.

Mereka mengecam Trump karena “upayanya berulang kali untuk menumbangkan pedoman kesehatan masyarakat menimbulkan kekacauan dan ketidakpastian sementara dengan mempertaruhkan banyak nyawa.”

Gubernur Maryland, Larry Hogan mengeluh bahwa menunggu Trump melakukan tindakan untuk mengatasi pandemi yang melonjak adalah sesuatu yang “sia-sia”.

“Saya telah menyaksikan ketika Presiden meremehkan keparahan wabah dan ketika Gedung Putih gagal mengeluarkan peringatan publik”, tulis Hogan dalam sebuah artikel yang diterbitkan The Washington Post pada hari Kamis.

“Pada akhirnya, jelas bahwa menunggu Presiden untuk menjalankan tanggapan negara itu sia-sia; jika kita menunda lebih lama, kita akan mengutuk lebih banyak karena warga negara kita menderita dan mati”, tulisnya.

Tags: