Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Media Beber Sejumlah Bukti Baru Keterlibatan Inggris Bantu Saudi dalam Kejahatan Perang Yaman

Media Beber Sejumlah Bukti Baru Keterlibatan Inggris Bantu Saudi dalam Kejahatan Perang Yaman

POROS PERLAWANAN – Harian Daily Maverick dalam laporannya yang berasaskan statemen Kemenhan Inggris mengabarkan, Angkatan Udara negara tersebut membantu Koalisi Saudi dalam agresi ke Yaman.

Dilansir Fars, harian terbitan Afrika Selatan ini menulis bahwa di tahun lalu, Angkatan Udara Inggris melatih serdadu dan pilot Saudi untuk menggunakan jet dan menerbangkannya di Yaman.

Bantuan militer dan pelatihan Inggris tak hanya diberikan untuk Saudi saja. Menurut Daily Maverick, pasukan lain dalam Koalisi Saudi (kemungkinan besar UEA) juga dilatih di 12 pangkalan militer Inggris.

Harian ini melaporkan, lebih dari 300 orang Saudi dilatih di 6 markas militer milik Angkatan Udara Inggris. Pelatihan untuk para pilot masih berlanjut hingga empat tahun ke depan.

Sanaa berulang kali menyebut agresi Koalisi Saudi ke Yaman sebagai serangan militer AS-Inggris-Saudi. Pemerintah Yaman menegaskan keberadaan pasukan asing non-Arab dalam serangan-serangan ke negara tersebut.

Tahun lalu, sejumlah foto yang dipublikasikan menunjukkan awak militer AS berada di ruang komando Koalisi Saudi untuk memberikan bantuan konsultasi dan intelijen.

Pekan ini, setelah serangan udara Koalisi Saudi ke Sanaa, harian terbitan Lebanon, al-Akhbar, memuat laporan rinci bahwa Inggris memegang penuh sektor serangan udara di perang Yaman.

Seorang pensiunan militer Inggris mengatakan, ”Jika tidak ada kami, jet-jet Saudi akan menghilang dari langit Yaman dalam tempo satu pekan, atau maksimal dua pekan.”

Pensiunan militer Inggris ini, bersama pensiunan lainnya (sekitar 6300 orang), berada di pangkalan militer Saudi di dekat perbatasan Yaman. Mereka bekerja untuk korporasi BAE Systems dan menjalankan kesepakatan senilai milyaran dengan Militer Saudi.

Mereka bertugas untuk melatih pilot-pilot Saudi, mengatur operasi penerbangan untuk membombardir target, memperbaiki dan mengganti komponen jet, dan mempersenjatai jet-jet tersebut sepanjang siang malam. Kebanyakan dari para pensiunan ini adalah mantan pekerja di Angkatan Udara Kerajaan Inggris.

Tags: