Loading

Ketik untuk mencari

Eropa Iran

Meski Ditekan Sanksi Sepihak AS, Wali Kota London Akui Teheran Mumpuni dan Selangkah di Depan Tanggulangi Krisis Akibat Pandemi Covid-19

POROS PERLAWANAN – Dalam sebuah pertemuan daring dengan Wali Kota Teheran, Pirouz Hanachi yang dilaksanakan pada Jumat, 24 April, Wali Kota London Sadiq Aman Khan mengatakan bahwa banyak tindakan yang diambil di London untuk melawan virus Corona mirip dengan yang dilakukan oleh Teheran. Khan juga mengakui bahwa Teheran berada selangkah di depan.

Merujuk pada kondisi Iran yang tengah dijatuhi sanksi sepihak oleh AS, Khan menyatakan akan membicarakan hal tersebut dengan para pejabat Inggris untuk membantu Teheran mencari solusi.

“Dalam pertemuan dengan pejabat Pemerintah Inggris, saya akan memberi tahu mereka tentang masalah Teheran sehubungan dengan sanksi dan saya berharap masalah ini akan segera diselesaikan,” kata Khan seperti dilansir Tehran Times.

Wali Kota Teheran, Hanachi pada bagiannya mengatakan bahwa Iran tengah berjuang melawan virus dan sanksi pada saat bersamaan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil sejumlah langkah untuk menyelamatkan ekonomi Teheran.

“Meskipun pandemi, bisnis start-up telah diaktifkan di Iran,” kata Hanachi.

Dalam sebuah kesempatan lain, Hanachi menyampaikan bahwa serangan pandemi telah membuat dunia sadar akan pentingnya persatuan.

“Serangan virus Corona telah menggarisbawahi fakta penting kehidupan: tidak ada desa, kota atau negara yang acuh tak acuh terhadap krisis global, bahkan di pelosok dunia,” kata Hanachi kepada The Guardian pada 4 April lalu.

Hanachi juga menyampaikan bahwa Iran mengalami kesulitan untuk mendapat pasokan yang diperlukan untuk melawan virus akibat sanksi.

“Embargo AS tidak hanya melarang perusahaan-perusahaan dan individu-individu Amerika melakukan perdagangan sah dengan rekan-rekan Iran, tetapi mengingat bahwa sanksi tersebut bersifat ekstra teritorial, semua negara dan perusahaan lain juga diganggu untuk menahan diri dari melakukan bisnis yang sah dengan Iran, bahkan penjualan obat-obatan,” terang Hanachi.

Apa yang dikatakan Hanachi menjadi kenyataan. Baru-baru ini, Korea Selatan menolak untuk menjual alat uji virus ke Iran karena takut akan sanksi.

Menurutnya, semua kesulitan ini bersumber dari Amerika Serikat dan sanksi sepihaknya.

Hanachi juga menambahkan bahwa kebijakan AS ini tidak memprioritaskan kepentingan dunia untuk melawan virus.

“Perlakuan tidak adil terhadap Iran ini terjadi melalui kebijakan satu negara -Amerika Serikat- yang pemerintahannya tampaknya tidak memprioritaskan bahkan kepentingan nasionalnya sendiri, tetapi sebaliknya kepentingan sempit dari partai yang memerintah. Hasil dari kebijakan dan perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti itu tidak terbatas pada Iran; mereka juga telah merugikan publik Amerika,” tambahnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *