AS Tuduh dan Gugat Ganti Rugi China yang 'Salah Urus Virus Corona', Beijing: Tingkah Konyol dan Lelucon Politik Mereka Ingatkan Kami Ungkapan ‘Maling Teriak Maling’ - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Oseania & Asia

AS Tuduh dan Gugat Ganti Rugi China yang ‘Salah Urus Virus Corona’, Beijing: Tingkah Konyol dan Lelucon Politik Mereka Ingatkan Kami Ungkapan ‘Maling Teriak Maling’

POROS PERLAWANAN – China mengatakan tuduhan AS bahwa Beijing salah menangani wabah virus Corona tidak memiliki “dasar faktual dan hukum”, dan menambahkan bahwa mencari kompensasi untuk kerusakan yang disebabkan oleh virus mematikan tidak lain hanyalah lelucon politik, Press TV melaporkan.

Tanggapan ini muncul setelah sejumlah negara bagian AS mengajukan gugatan terhadap China, dengan alasan bahwa mereka menderita kerusakan besar akibat kelalaian Beijing dalam menangani wabah tersebut.

Minggu ini, Jaksa Agung Missouri Eric Schmitt dan Jaksa Agung Mississippi Lynn Fitch mengajukan gugatan di pengadilan federal, menuduh bahwa kesalahan penanganan wabah oleh China telah menyebabkan kerugian ekonomi yang “menghancurkan” bagi negara-negara bagian.

Schmitt menuduh China berbohong tentang bahaya dan sifat menular Covid-19 dan menyalahkan Beijing karena membuat pandemi semakin buruk dengan “menimbun” Alat Pelindung Diri (APD).

Tuntutan hukum lain juga telah diajukan di pengadilan federal AS oleh para pemilik bisnis, termasuk salah satunya berasal dari Florida yang atas nama ribuan orang, meminta kompensasi dari Pemerintah China atas kerusakan terkait virus Corona.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh China Media Group (CMG) pada hari Sabtu, Beijing mengatakan tuntutan hukum ini diajukan dalam upaya untuk menutupi kesalahan Washington sendiri dalam menangani wabah virus Corona.

“Ketika situasi virus Corona di Amerika Serikat semakin parah, orang-orang tertentu di negara ini … mulai menuntut, dan (meminta) kompensasi dari Tiongkok karena putus asa. Penuntutan jahat dan penyalahgunaan proses mereka, tanpa dasar hukum dan faktual apa pun, tidak lain adalah lelucon yang mengingatkan pada orang-orang China yang (pernah) mengatakan: “Seorang pencuri berteriak (ada) pencuri!”, sebut artikel itu.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *