Minus Etika Diplomatik Hingga Tak Kapok Intervensi Urusan Domestik, Dubes Inggris Panen Hujatan Aktivis Media dan Tokoh Politik Ternama Irak - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Minus Etika Diplomatik Hingga Tak Kapok Intervensi Urusan Domestik, Dubes Inggris Panen Hujatan Aktivis Media dan Tokoh Politik Ternama Irak

Minus Etika Diplomatik Hingga Tak Kapok Intervensi Urusan Domestik, Dubes Inggris Panen Hujatan Aktivis Media dan Tokoh Politik Ternama Irak

POROS PERLAWANAN – Duta Besar Inggris, Stephen Hickey pada hari Jumat 17 April mengomentari sebuah kejadian sosial di Irak. Komentarnya tak pelak memicu protes sejumlah aktivis media dan politik ternama Irak. Mereka menganggap pernyataan Hickey sebagai bentuk intervensi dalam urusan domestik negara mereka.

Menurut Hickey, peristiwa bakar diri yang dilakukan seorang gadis muda di Najaf disebabkan meningkatnya kekerasan dalam keluarga di Irak saat ini. Dia mengaku berharap agar penyelidikan kejadian tersebut segera rampung.

Dilansir al-Alam, protes pertama disampaikan oleh Rinas Ali, presenter salah satu acara politik yang paling banyak ditonton di saluran televisi Irak, al-Ahd.

Ali me-repost cuitan Hickey terkait peristiwa bakar diri itu dan menulis: ”Entah apakah mereka ini Dubes atau bencana. Yang satu menyantap krim kerbau, yang lain memasak dolma, tapi tidak menyukainya, yang ketiga hanya mondar-mandir dan menjadi warga Baghdad, dan yang keempat tiba-tiba menjadi Ibnu Sibawaih (ulama sastra Arab) bagi orang Irak.”

Yang disindir Ali dalam cuitannya adalah Dubes Inggris, AS, Jepang, dan Turki. Para Dubes ini berusaha menerapkan adat-istiadat bangsa Irak, seperti memasak masakan tradisional dan menunggang kendaraan khas Irak demi meraih simpati warga dan mendekatkan diri kepada mereka.

Namun yang menjadi viral adalah cuitan Ghazwan Jasim (presenter acara politik populer di televisi al-Sumaria) yang mengkritik Hickey.

“Mr. Hickey hari-hari ini sibuk mengunggah cuitan, baik ada momen atau tidak. Saya tidak tahu apakah ini merupakan intervensi dalam urusan internal sebuah negara atau tidak. Saya juga tidak tahu apakah etika diplomatik mengizinkan Dubes berpendapat secara leluasa seperti ini,” cuit Jasim.

Dubes Inggris merespons cuitan Jasim ini. Hickey menyatakan, persoalan kekerasan dalam rumah tangga adalah problem global yang kerap disinggung Sekjen PBB.

“Mr. Hickey, persoalan kekerasan dalam rumah tangga adalah sebuah keprihatinan yang terus berlanjut. Namun, ketika Anda bicara soal masalah sosial Irak seolah Anda adalah majikan warga Irak dan menuntut penyelesaian masalah tersebut, ini adalah sebuah intervensi. Ini bukan kali pertama Anda melakukan intervensi-intervensi tak berarti semacam ini,” balas Jasim.

Seorang tokoh politik Irak terkemuka, Sayyid Ammar Hakim, juga menanggapi intervensi Dubes Inggris. Dalam cuitannya, ia menulis: ”Mayoritas Dubes yang berada di negara-negara terlanda krisis seperti Irak, kerap mencampuradukkan antara aktivitas intelijen dengan apa yang disebut sebagai ‘diplomasi publik.’”

Para netizen Irak juga mendukung kritik Jasim terhadap Dubes Inggris. Mereka mengapresiasi sikap Jasim yang tak bisa dilakukan oleh Kemenlu Irak, yang semestinya bertanggung jawab untuk merespons intervensi Hickey.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *