Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Muslihat Anyar Rezim Arab Kacung Zionis Kaburkan Fakta ‘Perlawanan’: Pecundangkan Palestina Pahlawankan Israel

Muslihat Anyar Rezim Arab Kacung Zionis Kaburkan Fakta 'Perlawanan': Pecundangkan Palestina Pahlawankan Israel

POROS PERLAWANAN – Media-media Saudi dan UEA tengah melakukan sebuah perimbangan baru di Kawasan. Dalam perimbangan ini, mereka menyelewengkan fakta-fakta perang Arab vs Israel. Dengan menciptakan opini umum baru sesuai instruksi AS dan Rezim Zionis, mereka menjadikan generasi muda sebagai target.

Dilansir al-Alam, para pakar politik meyakini bahwa rezim-rezim Arab, termasuk Saudi, menyebut orang-orang Palestina sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan Rezim Penjajah. Dengan mengulang-ulang versi Zionis tentang perang Arab vs Israel, mereka berusaha membersihkan nama para penjahat dan melemparkan tanggung jawab ke pundak para korban.

Menurut para pakar, kompromi UEA dengan Rezim Zionis adalah upaya yang melebihi konsep normalisasi hubungan. Upaya ini bahkan melebihi penipuan opini umum Arab-Islam.

Tindakan ini tengah mempersiapkan mukadimah bagi proyek besar AS-Israel untuk menciptakan tatanan baru di Kawasan dengan menggunakan sarana-sarana Arab.

Berdasarkan penilaian para analis, proyek ini tidak hanya dimulai dengan mendiskreditkan orang-orang Palestina, tapi juga dengan meruntuhkan organisasi-organisasi regional, termasuk Liga Arab dan Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

Dengan demikian, akan muncul suatu kekosongan yang merupakan mukadimah untuk intervensi AS dan Israel guna menyerang Iran, Hizbullah, Turki, dan para penentang mereka di Kawasan.

Para analis memperingatkan bahwa media-media Arab ini sanggup menipu publik dengan memublikasikan informasi yang keliru dan menyimpang. Dikhawatirkan bahwa propaganda jahat ini bisa memengaruhi generasi mendatang.

Mereka menambahkan, Saudi dan UEA tidak pernah melakukan tindakan yang berpengaruh dalam masalah Palestina, bahkan meski hanya sebatas menembakkan sebutir peluru ke arah Zionis Israel.

Benar bahwa Saudi kadang kala memberikan bantuan finansial kepada Palestina, namun lebih kerap menghantamnya.

Tuduhan-tuduhan terbaru Bandar bin Sultan terhadap Palestina adalah bukti atas hal ini. Dia berkata, orang-orang Palestina tidak tahu balas budi karena telah mengutuk normalisasi dengan Israel.

Penghinaan kepada kelompok dan para pemimpin Palestina dilakukan melalui pasukan siber negara-negara Arab Teluk.

Para analis memperingatkan tentang adanya proyek terbesar penyimpangan fakta dan penipuan publik di Kawasan. Menurut mereka, saat ini media-media Saudi dan UEA, terutama jaringan-jaringan satelit, menggelontorkan miliaran dolar untuk program-program budaya dan pendidikan. Tujuannya adalah menciptakan versi baru tentang pendudukan, sehingga Rezim Zionis dipandang sebagai pemilik asli tanah Palestina, sementara orang-orang Palestina datang dari “dunia lain”.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *