Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Organisasi Badar: Tuntutan Pembubaran al-Hashd al-Shaabi adalah Makar Politis untuk Tebar Kekacauan dan Buka Peluang Kembalinya Pasukan AS Bersama ISIS ke Irak

Organisasi Badar: Tuntutan Pembubaran al-Hashd al-Shaabi adalah Makar Politis untuk Tebar Kekacauan dan Buka Peluang Kembalinya Pasukan AS Bersama ISIS ke Irak

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, belakangan ini sejumlah pihak menghendaki pembubaran al-Hashd al-Shaabi dan pengusirannya dari Provinsi al-Anbar.

Menanggapi permintaan tersebut, Staf Kantor Organisasi Badar Qushay al-Anbari menyatakan bahwa sebaiknya mereka menuntut agar pasukan agresor AS angkat kaki dari Irak, daripada meminta keluarnya pasukan resmi Irak yang telah berjasa membebaskan al-Anbar.

“Al-Hashd al-Shaabi adalah pasukan resmi Pemerintah yang melakukan aktivitasnya dalam bingkai lembaga-lembaga kepemerintahan Irak. Al-Hashd al-Shaabi bukan kumpulan pasukan asing yang tunduk pada selera dan kepentingan kelompok politik, hingga bisa diusir atau dibubarkan kapan saja oleh mereka,” kata al-Anbari kepada al-Maalomah.

Ia menegaskan, masyarakat di al-Anbar menolak tegas semua ide pembubaran atau pengusiran al-Hashd al-Shaabi dari provinsi tersebut.

“Masyarakat al-Anbar tahu bahwa al-Hashd al-Shaabi telah membebaskan wilayah mereka dan mengembalikannya ke pangkuan Tanah Air. Oleh karena itu, pandangan-pandangan politis (terkait al-Hashd al-Shaabi) tidak bisa diterima. Al-Hashd al-Shaabi tidak bisa diperlakukan seperti ini,” tandas al-Anbari.

“Kelompok-kelompok politik yang menghendaki pengusiran al-Hashd al-Shaabi dari al-Anbar, sebaiknya menyuarakan pengusiran militer AS dari Irak, terutama al-Anbar. Tidak seyogianya mereka meneriaki putra-putra negeri yang telah datang ke al-Anbar untuk membebaskannya dari ISIS,” imbuhnya.

Ketua Dewan Penyelamatan al-Anbar, Hamid al-Hayis pada hari Minggu 26 April menyatakan, tuntutan sebagian pihak terkait pembubaran al-Hashd al-Shaabi dan pengusirannya dari kawasan barat Irak didasari “selera politis” dan “bertujuan untuk menebar kekacauan.”

“Kepergian al-Hashd al-Shaabi dari wilayah-wilayah barat Irak adalah awal kembalinya sel-sel teroris ISIS ke kawasan tersebut,” tegas al-Hayis.

Seorang konsultan militer Irak, Shafa al-Aasam, pada hari Minggu kemarin juga membeberkan sebuah rencana yang disusun sebagian kelompok politik Irak.

Al-Aasam menjelaskan, jika pasukan al-Hashd al-Shaabi sudah mengundurkan diri dari al-Qaim dan kawasan lain di barat al-Anbar, maka pintu akan dibuka untuk penempatan pasukan AS di sejumlah kawasan tersebut.

“Kelompok-kelompok politik itu akan berdalih tentang adanya lubang keamanan dan potensi serangan ISIS pasca keluarnya al-Hashd al-Shaabi. Sebab itu, mereka akan membuka pintu agar pasukan AS ditempatkan di al-Qaim dan sekitarnya,” tandas al-Aasam.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *