Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Pasca Bentuk Kabinet Persatuan, Netanyahu Makin Percaya Diri Dapatkan Restu AS untuk Mencaplok Seluruh Wilayah Tepi Barat dalam Waktu Dekat

Pasca Bentuk Kabinet Persatuan, Netanyahu Makin Percaya Diri Dapatkan Restu AS untuk Mencaplok Seluruh Wilayah Tepi Barat dalam Waktu Dekat

POROS PERLAWANAN – Perdana Menteri Israel pada hari Minggu 26 April mengumumkan, Washington dalam dua bulan ke depan akan memberikan lampu hijau kepada Tel Aviv untuk menjalankan rencana pencaplokan Tepi Barat.

Dilansir Fars, masalah pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat menjadi semakin serius, menyusul diadakannya pemilu Israel di bulan Maret lalu dan terjalinnya kesepakatan Benyamin Netanyahu dan Benny Gantz untuk membentuk Kabinet.

Perdana Menteri Israel dan Ketua Partai Biru dan Putih baru-baru ini telah membentuk Kabinet Persatuan. Salah satu butir kesepakatan Netanyahu dan Gantz adalah pencaplokan Lembah Yordania dan penggabungan pemukiman Zionis di Tepi Barat pada Juli mendatang.

Berdasarkan kesepakatan mereka berdua, keputusan ini bergantung pada persetujuan Washington.

Menurut laporan Reuters, Netanyahu dalam pidato via video, yang disampaikannya kepada kelompok Kristen Eropa pendukung Rezim Zionis, mengatakan, AS telah berjanji akan mengakui secara resmi kedaulatan Tel Aviv atas pemukiman-pemukiman Zionis di Tepi Barat.

Netanyahu menjelaskan, janji AS itu disampaikan melalui proposal perdamaian (Deal of The Century) yang digagas Donald Trump dan dirilis pada Januari lalu.

“Saya yakin, dari sejak sekarang hingga dua bulan ke depan, Washington akan memenuhi janjinya,” ujar Netanyahu.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada Rabu 22 April lalu menyatakan, keputusan untuk mencaplok sebagian dari wilayah Tepi Barat dikembalikan sepenuhnya ke tangan Israel.

“Washington akan mengumumkan sikapnya terkait masalah ini secara tidak langsung kepada Pemerintah Israel,” kata Pompeo.

Seorang penulis Israel, Meir Uziel dalam artikelnya di harian Maariv menyatakan, Tel Aviv saat ini “memiliki peluang besar untuk menancapkan kekuasaan di Tepi Barat dan Lembah Yordania”.

Uziel menyatakan, rencana pencaplokan Tepi Barat sudah didukung “negara terkuat di dunia (AS)”, juga oleh sebagian negara Arab. Dengan demikian, tulis Uziel, hanya para pengecut (di dalam Israel) yang menolak rencana tersebut.

Menanggapi statemen Washington, Juru Bicara Hamas Hazim Qasim menegaskan, ”Kengototan AS dalam mendukung kebijakan imperialisme Zionis adalah partisipasi praktis dalam menindas hak-hak bangsa Palestina.”

Tags: