Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Otoritas Palestina Boikot Stasiun TV Saudi Penyebar Berita Palsu Hasil Fabrikasi Zionis

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Hamas telah menangguhkan aktivitas dua jaringan berita televisi milik Saudi di Jalur Gaza karena bertindak seperti corong untuk agen mata-mata Israel.

Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa pihaknya memutuskan untuk melarang stasiun TV al-Arabiya dan al-Hadath karena mengudarakan berita palsu hasil fabrikasi Israel.

Dua jaringan televisi tersebut sebelumnya menuduh bahwa beberapa anggota Hamas telah ditangkap karena bekerja sama dengan rezim Israel -sebuah klaim yang ditentang oleh gerakan itu.

Kembali pada 25 Juli 2013, sebuah kantor milik saluran al-Arabiya ditutup oleh pihak berwenang di Jalur Gaza karena melaporkan informasi “salah” mengenai kepemimpinan Hamas.

“Jaksa Agung memutuskan untuk menutup al-Arabiya … di Gaza karena mendistribusikan berita palsu mengenai kampanye kotor terhadap Hamas dan Gaza tentang apa yang terjadi di Mesir,” kata seorang pejabat Hamas kepada AFP saat itu.

Al-Arabiya dan al-Hadath, bagaimanapun, tetap melanjutkan operasi “kotor” mereka di sana melalui wartawan lepas.

Aliansi wartawan Palestina di Gaza pada hari Kamis mengutuk al-Arabiya, al-Hadath, serta situs berita berbahasa Arab Amad News karena melakukan kampanye kotor terhadap kelompok-kelompok Poros Perlawanan di Jalur Gaza.

Mereka mengatakan bahwa orientasi politik al-Arabiya dan saluran al-Hadath “sepenuhnya terlepas dari kepercayaan umum di dunia Arab, yang memandang Poros Perlawanan Palestina di Jalur Gaza sebagai suar di hadapan pendudukan (Israel), dan tidak ternoda oleh keadaan sekitar.”

“[Pemimpin Redaksi situs web berita Amad] Hassan Asfour telah membuktikan dirinya sebagai orang yang berkonspirasi menentang perjuangan Palestina dan bangsa kita selama lebih dari 30 tahun. Dia adalah salah satu pejabat Palestina yang terlibat dalam perjanjian Oslo yang membawa bencana, dan berupaya untuk melayani kepentingan pemodalnya dan memajukan normalisasi dengan rezim Pendudukan (Israel),” katanya.

Aliansi tersebut meminta wartawan, penulis, dan analis Palestina untuk memboikot saluran al-Arabiya dan al-Hadath serta situs web berita Amad, dan tidak memberi mereka kesempatan untuk wawancara.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *