Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Para Istri Tahanan Palestina Tuntut Saudi Segera Bebaskan Suami Mereka yang Ditahan Tanpa Pengadilan dan Dakwaan Jelas

Para Istri Tahanan Palestina Tuntut Saudi Segera Bebaskan Suami Mereka yang Ditahan Tanpa Pengadilan dan Dakwaan Jelas

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, para istri warga Palestina dan Yordania yang ditahan Saudi, berunjuk rasa meminta agar para suami mereka segera dibebaskan.

Kepada Quds Press, para wanita itu mengatakan bahwa suami-suami mereka telah dipenjara selama satu tahun, tanpa diadili terlebih dahulu atau mendapatkan kejelasan soal dakwaan atas mereka. Setelah itu, mereka dikirim ke Pengadilan Khusus Pidana dan dihadapkan pada tuntutan yang semena-mena.

Para istri tahanan itu juga menegaskan, mereka telah hidup sebagai sebuah keluarga di Saudi selama bertahun-tahun. Para suami mereka, yang berprofesi sebagai insinyur, dokter, dosen, atau pedagang, tidak pernah melakukan satu pun pelanggaran selama menetap di Saudi.

Mereka mengaku, kekhawatiran akan nasib para suami kian memuncak menyusul munculnya wabah Corona. Oleh karena itu, mereka berharap agar para suami mereka segera dibebaskan.

Para wanita itu lalu meminta agar Raja Yordania Abdullah II dan para pejabat negara itu turun tangan.

Di lain pihak, Penanggung Jawab Kasus Tahanan Palestina dan Yordania, Khidr al-Masayikh mengatakan kepada Quds Press, bahwa Saudi memutuskan untuk membebaskan 51 warga Yordania yang mendapat dakwaan pidana. Namun para tahanan politik tidak tercakup dalam pembebasan ini.

Al-Masayikh meminta dari para pejabat Saudi untuk membebaskan para tahanan Yordania tanpa syarat apa pun.

Saudi menahan lebih dari 60 warga Palestina dan Yordania atas tuduhan mendukung Kelompok Poros Perlawanan Palestina.

Salah satu yang ditahan adalah Muhammad al-Khidhri, seorang petinggi Hamas. Di masa lalu, dia bertugas menghubungkan Hamas dengan Saudi selama 30 tahun. Dia lalu ditahan menyusul pernyataan sikap permusuhan Riyadh terhadap Hamas.

Pemimpin gerakan Ansharullah, Abdul Malik Al-Houthi, pada 26 Maret lalu juga telah mengumumkan kesiapannya melepaskan empat perwira agresor Saudi, sebagai imbalan pembebasan aktivis Hamas yang diculik di Saudi, serta secara konsisten menghindari adanya agresi.

Pihak Hamas sendiri mengapresiasi inisiatif dari Abdul Malik al-Houthi. Salah satu petinggi Hamas, Mahmud al-Zahar, menyanjung tinggi tawaran pemimpin Ansharullah itu.

“Inisiatif al-Houthi telah menggembirakan hati para pejuang Palestina,” kata al-Zahar.

Meski demikian, hingga kini Riyadh tidak menanggapi tawaran pertukaran tahanan tersebut.

Tags: