Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Pasukan AS di Teluk Persia Diperintahkan Sembunyi di Bunker Saat IRGC Gelar Latihan Militer di Selat Hormuz

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, pasukan militer AS yang berada di beberapa negara di Teluk Persia, dilaporkan diminta untuk bersembunyi di bunker ketika Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), menembakkan rudal balistik selama latihan militer normal di Selat Hormuz yang strategis.

Mengutip “para informan” dan sejumlah sumber CNN, seorang reporter untuk BBC menulis dalam sebuah tweet di halaman resminya pada hari Selasa bahwa pasukan AS yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait dan Qatar telah secara singkat memasang status “siaga tinggi” karena “kekhawatiran” atas kegiatan rudal Iran.

Sumber-sumber lain mengidentifikasi bahwa basis yang dimaksud adalah pangkalan al-Dhafra di UEA dan pangkalan udara al-Udeid di Qatar, dengan mengatakan bahwa pasukan Amerika yang berada di sana telah diminta untuk bersembunyi di bunker bawah tanah.

Pasukan AS di Qatar dan UEA “berada dalam (status) siaga tinggi pada Selasa pagi dan diminta untuk tinggal di bunker, karena indikator intelijen menunjukkan rudal balistik Iran telah ditembakkan dan mungkin menuju ke arah mereka, pejabat pertahanan AS mengatakan kepada CNN,” cuit seorang pengguna Twitter, menunjukkan bahwa pasukan AS telah salah membaca lintasan rudal Iran.

Laporan tentang ketakutan pasukan AS datang ketika IRGC Iran memulai fase terakhir latihan udara dan laut berskala besar, dengan nama sandi Payambar-e A’zam (Rasul Agung) 14, yang melibatkan Divisi Luar Angkasa dan Angkatan Laut pasukan elite Iran.

Kekacauan di kalangan militer AS tersebut datang satu minggu setelah Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mengatakan bahwa Iran pasti akan memberikan “serangan balik” ke Amerika Serikat atas pembunuhan Komandan Tinggi Anti-Teror, Letnan Jenderal Qassem Soleimani pada Januari lalu.

“Republik Islam Iran tidak akan pernah melupakan masalah ini dan pasti akan melakukan serangan balik ke Amerika,” kata Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi yang berkunjung ke Teheran pekan lalu.

Tags: