Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Pejabat Senior Caracas Ungkap Peran Kedubes Spanyol Bantu Oposisi Venezuela Culik Presiden Maduro

Pejabat Senior Caracas Ungkap Peran Kedubes Spanyol Bantu Oposisi Venezuela Culik Presiden Maduro

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, seorang pejabat senior Pemerintah Venezuela menyatakan, konspirasi sebuah perusahaan keamanan AS, yang berujung pada kegagalan, dirancang di Kedubes Spanyol di Ibu Kota Venezuela.

Menteri Informasi Venezuela, Jorge Rodriguez menyebut bahwa konspirasi itu bertujuan menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Menurut laporan Sputnik, Rodriguez dalam sebuah acara televisi menuding Pemerintah Spanyol mendukung Oposisi Venezuela dalam membunuh para petinggi negara tersebut.

Ia menegaskan, Venezuela telah mengadukan Spanyol, karena Kedubes negara itu di Caracas dijadikan sebagai tempat perencanaan untuk menculik Maduro.

Rodriguez mengecam Pemerintah Madrid terkait aktivitas yang dilakukan Leopoldo Lopez, salah satu pemimpin Oposisi Venezuela, di Kedubes Spanyol.

“Apakah Pemerintah Spanyol tahu bahwa Lopez masih mengadakan konferensi daring untuk mendiskusikan rencana teror terhadap Maduro? Apa yang bisa dikatakan Pemerintah Spanyol tentang masalah ini?” kata Rodriguez.

Menteri Informasi Venezuela mengatakan, ia telah mengundang Staf Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, ke Caracas. Tujuannya adalah membicarakan konspirasi salah satu anggota Uni Eropa terhadap Pemerintah Venezuela.

Lopez berlindung di Kedubes Spanyol di Caracas sejak Mei 2019, menyusul gagalnya kudeta militer yang dilancarkan Juan Guaido untuk menggulingkan Maduro.

Pada 3 Mei lalu, Tentara Venezuela menggagalkan upaya penyusupan tentara bayaran yang didukung AS. Tentara bayaran itu mencoba memasuki Venezuela dari Kolombia via jalur laut, dengan niat menculik Presiden Maduro.

Belakangan, terungkap bahwa dua anggota dari tentara bayaran itu adalah pegawai sebuah korporasi keamanan swasta AS. Mereka juga mengakui telah melatih pasukan oposisi untuk menculik Presiden Venezuela.

Beberapa waktu lalu, Maduro merespons keras statemen Uni Eropa atas Caracas. Maduro mengatakan, daripada mengkhawatirkan urusan internal Venezuela, sebaiknya Uni Eropa mencemaskan krisis ekonomi dan rasisme di Benua Biru tersebut.

Tags: