Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Peringatkan Respons Keras jika AS Langgar Nota Kesepahaman
POROS PERLAWANAN — Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei memperingatkan bahwa setiap pelanggaran Amerika Serikat terhadap Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad akan dibalas dengan respons yang disebutnya “cepat dan menghancurkan”.
Menurut laporan Press TV, pernyataan tersebut disampaikan Rezaei melalui akun X miliknya pada Sabtu 27 Juni. Mantan Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) itu menyebut bahwa Amerika Serikat telah melanggar sejumlah ketentuan nota kesepahaman yang menjadi dasar penghentian konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Menurut Rezaei, Amerika Serikat telah melanggar klausul pertama nota kesepahaman melalui dukungannya terhadap serangan Israel di Lebanon. Ia juga menegaskan bahwa Washington melanggar klausul kelima dengan mempertahankan ketegangan di Selat Hormuz.
“Respons terhadap setiap pelanggaran atas butir apa pun dalam nota kesepahaman akan berlangsung cepat dan menghancurkan”, tulis Rezaei.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perbedaan pandangan mengenai implementasi nota kesepahaman yang menjadi dasar penghentian konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi yang diklaim sebagai gudang rudal, fasilitas penyimpanan pesawat nirawak, dan posisi radar pantai milik Iran. Washington berdalih bahwa operasi itu merupakan respons atas dugaan serangan Iran terhadap sebuah kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Beberapa jam kemudian, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan balasan terhadap target-target militer Amerika Serikat di Kawasan.
Menurut Press TV, nota kesepahaman yang ditandatangani lebih dari sepekan lalu memuat 14 poin, termasuk penghentian konflik, pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, pengakhiran blokade laut, serta pemulihan lalu lintas perdagangan melalui Selat Hormuz dalam 30 hari.
