Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Penentu Tenggat ‘Angkat Kaki’ Tentara AS Bukan Trump tapi Pemerintah, Parlemen dan Rakyat Irak

Penentu Tenggat 'Angkat Kaki' Tentara AS Bukan Trump tapi Pemerintah, Parlemen dan Rakyat Irak

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, anggota Aliansi Fath di Parlemen Irak, Hasan Shakir menyatakan keberadaan Tentara AS di negara itu terjadi akibat kelalaian orang-orang Irak sendiri.

Dalam wawancara dengan Baghdad al-Youm, Hasan Shakir menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump, juga selainnya, tidak berhak menentukan dead line untuk menarik pasukannya dari Irak.

“Rakyat, Pemerintah, dan Parlemen Irak yang menentukan waktunya. Apalagi Parlemen Irak telah mengesahkan keputusan untuk mengusir militer asing. Unjuk rasa rakyat adalah bukti terbaik atas hal ini,” kata Shakir.

Menurutnya, Tentara AS tidak butuh waktu 3 tahun untuk angkat kaki dari Irak. Ia berkata, ”Jumlah Tentara AS di Irak saat ini mencapai 3 ribu orang. Negara kita tidak memerlukan kehadiran pasukan darat dari negara asing.”

Shakir menegaskan, tak satu pun Perdana Menteri yang meminta kehadiran Tentara AS di Irak. Baghdad, katanya, hanya meminta bantuan logistik dan intelijen.

“Kehadiran tentara asing akibat kelalaian dan terjadi tanpa sepengetahuan Parlemen serta rakyat Irak,” tandasnya.

Anggota Aliansi Fath ini menilai, Tentara AS tidak memiliki payung hukum legal, karena Irak tidak pernah meminta keberadaan pasukan darat asing di wilayahnya.

“Kami meminta dari Perdana Menteri dalam lawatannya ke Washington untuk menentukan dead line kehadiran Tentara AS di Irak,” imbuhnya.

Sebelum ini, anggota Komite Luar Negeri Parlemen Irak, Amiz Faiz menegaskan bahwa keputusan Parlemen terkait pengusiran pasukan asing tidak terbatas pada Tentara AS saja, tapi juga meliputi pasukan negara asing lain.

Faiz menilai lawatan Musthafa al-Kadhimi ke AS tidak membuahkan hasil yang signifikan. Sebab itu, katanya, Parlemen akan mengadakan pertemuan dengan al-Kadhimi dan mengajukan pertanyaan terkait tenggat 3 tahun yang diminta Washington.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *