Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Iran

Persoalkan Peningkatan Cadangan Uranium Iran, Pompeo Malah Disindir Balik Senator AS

Persoalkan Peningkatan Cadangan Uranium Iran, Pompeo Malah Disindir Balik Senator AS

POROS PERLAWANAN – Seorang senator dari Partai Demokrat AS, Chris Murphy menyindir cuitan Menlu AS, Mike Pompeo yang mengeluhkan bertambahnya cadangan uranium Iran. Murphy menyebut komplain Pompeo sebagai “hal yang menggelikan”.

“Lucu! Jika tujuan kita adalah meyakinkan Iran agar berkomitmen dengan pembatasan-pembatasan yang ditentukan di JCPOA, satu-satunya cara adalah kita tidak keluar secara sepihak dari kesepakatan itu”, cuit Murphy, seperti dilansir Fars.

Pompeo dalam akunnya mencuit, ”Berdasarkan laporan, cadangan uranium Iran bertambah lebih dari 10 kali lipat batas yang ditentukan di JCPOA. Tiga negara Eropa (Jerman, Inggris, dan Prancis) dan negara-negara lain harus membuka mata mereka terhadap kenyataan ini. JCPOA sudah menjadi sejarah. Mereka mesti bergabung dengan kami untuk menjatuhkan sanksi-sanksi berat. Tekanan dan dialog komprehensif adalah satu-satunya jalan di hadapan kita.”

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam laporan terbarunya kepada Dewan Gubernur pada Jumat 4 September lalu mengumumkan, kadar cadangan uranium Iran yang telah dikayakan meningkat drastis, yaitu 10 kali lebih banyak dari yang ditentukan dalam JCPOA.

Usai keluar secara sepihak dari JCPOA pada 2018 lalu, Washington menerapkan apa yang disebut dengan kebijakan Tekanan Maksimum, serta melakukan tindakan-tindakan provokatif dan meresahkan.

Menanggapi tindakan AS ini, Republik Islam menjalankan kebijakan “Kesabaran Strategis” selama satu tahun. Teheran memberikan tenggat waktu kepada para anggota JCPOA, terutama negara-negara Eropa, yang berjanji akan menebus keluarnya AS dari perjanjian. Mereka diberi waktu satu tahun untuk membuktikan komitmen mereka di JCPOA.

Dengan berakhirnya tenggat waktu yang diberikan dan tiadanya komitmen dari Eropa, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran pada 7 Mei lalu memperingatkan, jika Eropa tidak segera memenuhi komitmen mereka terkait sektor minyak dan perbankan dalam tempo 60 hari, maka Iran akan mengurangi komitmen-komitmennya di JCPOA.

Iran telah mengurangi komitmennya dalam 5 tahap. Langkah pertamanya adalah melewati batas 300 kg cadangan uranium yang dikayakan 3,67 persen, dan tidak menjual air berat dan kelebihan uranium yang dikayakan, sebagaimana diumumkannya pada Mei lalu.

Perlu disebutkan bahwa pengurangan komitmen Iran ini selaras dengan pasal-pasal yang tercantum dalam JCPOA.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *