Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Pesan Tegas 8 Kelompok Poros Perlawanan Irak: Agresor Keras Kepala Hanya Paham Bahasa Kekuatan

Pesan Tegas 8 Kelompok Poros Perlawanan Irak: Agresor Keras Kepala Hanya Paham Bahasa Kekuatan

POROS PERLAWANAN – Delapan kelompok yang tergabung dalam al-Hasdh al-Shaabi pada hari Sabtu 4 April, mengirim sejumlah pesan kepada tentara teroris Amerika dan faksi-faksi politik Irak.

Stasiun televisi al-Sumaria melaporkan, dalam statemen al-Hashd al-Shaabi itu rakyat Irak menunjukkan penentangan tegas mereka terhadap keberadaan tentara Amerika, pelanggaran kedaulatan Irak, teror atas para komandan Irak, dan serangan ke basis-basis pasukan keamanan Irak.

Al-Hashd al-Shaabi dalam statemennya menyatakan, ”Setelah sebagian pihak ingin menggunakan solusi politik dan menekan pasukan asing untuk keluar dari tanah Irak, kami melihat bahwa Pemerintah Amerika kian keras kepala. Mereka juga melakukan lebih banyak agresi terhadap tentara, polisi, dan bandara-bandara sipil.”

Agresi-agresi itulah, kata al-Hashd al-Shaabi, yang mendorong mereka untuk bertemu dan menyatakan sikap bersejarah mereka melalui pesan-pesan berikut:

Pesan pertama ditujukan kepada pasukan Amerika: Setelah kalian menolak keinginan bangsa, pemerintah, dan parlemen Irak, dan enggan untuk angkat kaki serta terus melanggar kedaulatan Irak, kalian telah menunjukkan jati diri sebagai agresor yang hanya memahami bahasa kekuatan.

Oleh karena itu, kalian akan disikapi dengan cara ini (kekuatan)

Ketahuilah bahwa semua serangan yang dilancarkan kepada kalian, hanyalah respons kecil terhadap agresi-agresi kalian, sebab rencana operasi belum dibuat saat itu. Meski demikian, kalian tidak bisa menghadapi respons-respons kecil itu dan tetap bertahan di dalam pangkalan kalian.

Kalian terpaksa mengeluarkan pasukan kalian dan memindahkan mereka ke pangkalan-pangkalan tertentu. Kalian juga membawa sistem pertahanan udara untuk melindungi pangkalan.

Jadi, bila semua Kelompok Muqawamah bertekad untuk melawan kalian secara serempak, apa yang bisa kalian lakukan?

Kami tahu bahwa semua ancaman kalian untuk menyerang kelompok dan komandan Muqawamah, hanya dilontarkan untuk menutupi kegagalan kalian.

Kalian terlalu lemah untuk bisa berkonfrontasi dengan Kelompok Muqawamah Irak; kelompok-kelompok yang ketangguhan mereka telah diketahui para pimpinan militer kalian, sebab kami telah mengetes mereka di masa invasi kalian sebelum ini.

Pesan kedua ditujukan kepada kelompok-kelompok politik: Kami telah menyatakan sikap tegas kami terkait Adnan al-Zurfi, si kandidat (Perdana Menteri) dari intelijen Amerika. Kami telah memperingatkan Presiden (Irak) bahwa pencalonan orang ini bertentangan dengan kehendak pengunjuk rasa dan imbauan ulama.

Al-Hashd al-Shaabi menyebut al-Zurfi sebagai kandidat kontroversial dan korup, yang mengancam perdamaian internal Irak.

Karena itu, Al-Hashd al-Shaabi menegaskan, mereka tak akan membiarkan hal itu terjadi dan akan mengerahkan segala upaya guna mewujudkan stabilitas dan keamanan di Irak.

Statemen ini juga mengecam sejumlah anggota parlemen yang mendukung pencalonan al-Zurfi. Dukungan itu disebut sebagai “noda di dahi mereka”. Sebab itu, al-Hashd al-Shaabi meminta agar mereka menyadari kesalahan itu dan meminta maaf (kepada rakyat Irak).

Mayoritas anggota parlemen yang lain juga diharapkan untuk menggagalkan konspirasi pencalonan al-Zurfi. Sebab menurut al-Hashd al-Shaabi, tujuan sebenarnya dari konspirasi jahat ini adalah perampokan kekayaan Irak oleh Donald Trump.

Sementara dalam pesan ketiga yang ditujukan kepada rakyat Irak, al-Hashd al-Shaabi berjanji akan selalu melindungi mereka. “Kami tak akan membiarkan Amerika terus menjajah tanah suci kita, merampok kekayaan kita, dan memecah belah negara kita demi kepentingan Rezim Zionis,” tegas al-Hashd al-Shaabi.

Kelompok-kelompok Muqawamah menyatakan, mereka akan selalu mendampingi rakyat Irak di semua krisis, termasuk saat rakyat terancam oleh musuh baru, yaitu virus Corona.

Statemen ini ditanda tangani oleh 8 kelompok, yaitu Ashaib Ahl al-Haq, Kataib Sayyid al-Syuhada, Harakah al-Auwiyah, Harakah Jund al-Imam, Harakah al-Nujaba, Kataib al-Imam Ali, Saraya Asyura, dan Saraya al-Khurasani.

Tags: